PGE Catat Lonjakan Efisiensi Energi Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2025

- Kamis, 14 Mei 2026 | 23:50 WIB
PGE Catat Lonjakan Efisiensi Energi Lebih dari Dua Kali Lipat pada 2025

Sepanjang tahun 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil mencatatkan penghematan energi sebesar 90.502,28 MWh, melonjak signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 40.058,77 MWh. Angka ini menjadi bukti nyata dari upaya efisiensi yang terus digencarkan oleh perusahaan dalam mengelola sumber daya panas bumi.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025 yang dirilis perseroan, peningkatan efisiensi ini didorong oleh sejumlah langkah optimalisasi operasional di berbagai wilayah kerja panas bumi. Di Area Ulubelu, misalnya, perusahaan melakukan debottlenecking jalur produksi yang memungkinkan sumur bertekanan rendah tetap dapat masuk ke sistem produksi. Sementara itu, optimalisasi operasional vacuum pump pada Gas Extraction System di seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PGE berhasil menekan konsumsi energi untuk kebutuhan sendiri. Tidak hanya itu, modifikasi hand control valve di Lumut Balai juga dilakukan untuk meminimalkan uap yang terbuang ke rock muffler.

Direktur Operasi PGEO, Andi Joko Nugroho, menegaskan bahwa penerapan praktik keberlanjutan secara konsisten menjadi fondasi penting dalam memastikan pengembangan panas bumi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Ia memastikan seluruh implementasi keberlanjutan perusahaan dijalankan secara transparan dengan mengacu pada standar pelaporan global.

“Pelaporan keberlanjutan tersebut telah melalui proses verifikasi oleh lembaga independen berlisensi AA1000 dengan kualifikasi assurance type 1 dan type 2 level moderate,” ujar Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Di sisi lain, PGEO juga mencatatkan rasio intensitas energi sebesar 0,037 MWh/MWh pada 2025, atau turun 10,10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio ini merupakan perbandingan antara total energi yang dikonsumsi perusahaan dengan total listrik panas bumi yang diproduksi. Capaian tersebut mencerminkan semakin efisiennya penggunaan energi dalam menunjang operasional perusahaan. Sementara itu, penggunaan energi terbarukan dalam operasional tetap terjaga tinggi, mencapai 94,36 persen.

Dari faktor pengelolaan emisi, intensitas emisi PGE tercatat sebesar 41,12 g CO2e/kWh, atau masih berada jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh EU Taxonomy dan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia, yaitu 100 g CO2e/kWh. Capaian ini menunjukkan bahwa operasional panas bumi PGE tetap berada dalam kategori energi rendah karbon. Pada saat yang sama, kapasitas operasi panas bumi PGE turut berkontribusi terhadap penghindaran emisi lebih dari 4,29 juta ton CO2e pada 2025.

Selain mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi, PGEO juga terus memperkuat pengelolaan limbah non-B3 secara berkelanjutan melalui pendekatan 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery. Pada 2025, volume limbah non-B3 yang berhasil dikelola melalui pendekatan tersebut mencapai 17 ton, meningkat 24,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 13,66 ton.

Di sisi lain, PGE juga terus memperkuat pengelolaan sumber daya air secara bertanggung jawab sebagai bagian dari implementasi operasi berkelanjutan. Pada 2025, konsumsi air perusahaan tercatat turun 33,31 persen menjadi 262,24 megaliter, dibandingkan 393,23 megaliter pada 2024.

Sejalan dengan penguatan implementasi keberlanjutan tersebut, pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) perusahaan terus menunjukkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari skor Sustainalytics ESG Risk Rating sebesar 7,1, atau masuk dalam kategori risiko dapat diabaikan, yang diperoleh pada 2025. Skor ini menempatkan PGE sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia dalam jajaran Top 50 ESG Global dari 42 negara.

Pengembangan panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih. PGE juga memastikan seluruh operasional dijalankan secara bertanggung jawab, efisien, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

“Karena itu, penguatan praktik ESG dan implementasi operasi berkelanjutan akan terus menjadi prioritas perseroan ke depan. Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan empat pilar keberlanjutan PGE, yaitu Nature, Zero Emission, People & Socioeconomics, serta Transformation Catalyst,” kata Andi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar