Australia akan mengerahkan pesawat pengintai berteknologi tinggi ke kawasan Timur Tengah untuk bergabung dalam misi multinasional menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang kini terancam akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Langkah ini diumumkan Pemerintah Canberra sebagai bentuk kontribusi terhadap stabilitas regional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa pengerahan pesawat Boeing E-7 Wedgetail bertujuan untuk mendukung operasi pengawasan jalur pelayaran serta menekan risiko eskalasi konflik yang lebih luas. Pernyataan itu disampaikan Marles setelah mengikuti pertemuan virtual para menteri pertahanan dari lebih dari 40 negara, yang digelar pada Selasa (12/5) waktu setempat.
Pesawat pengintai tersebut sebelumnya telah dikerahkan ke Timur Tengah pada Maret lalu, khususnya untuk melindungi Uni Emirat Arab dari potensi serangan balasan Iran. Boeing E-7A Wedgetail dikenal sebagai salah satu platform pengintai udara paling canggih di dunia, dengan kemampuan deteksi dan pemantauan yang mumpuni.
Misi multinasional ini dipimpin oleh Inggris dan Prancis, dengan fokus utama melindungi navigasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi global. Marles menegaskan bahwa peran Australia dalam operasi tersebut bersifat defensif dan dirancang untuk melengkapi upaya diplomatik yang tengah berjalan.
Sementara itu, Treasurer Australia Jim Chalmers mengingatkan bahwa ketidakstabilan yang berkepanjangan di Timur Tengah telah berdampak pada harga energi global. Menurutnya, situasi ini berpotensi membebani perekonomian Australia melalui tekanan inflasi dan hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
Seluruh Koleksi Tas dan Perhiasan Sandra Dewi Ludes Terjual di BPA Fair 2026
Meta PHK 8.000 Karyawan, Batalkan 6.000 Rencana Perekrutan, dan Alihkan 7.000 Pekerja ke Divisi AI
Polisi Bagikan Makanan dan Minuman Saat Kawal Aksi Ojol di Medan Merdeka Selatan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Kotak Amal yang Beraksi di Sejumlah Masjid Jakarta dan Tangsel