MURIANETWORK.COM - PT. Kimia Farma TBK (KAEF) mencatatkan kerugian sebesar Rp1,82 triliun pada 2023.
Ahmad Marzuki Toekan selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyoroti kerugian yang sangat besar oleh perusahaan BUMN. "Ini harus menjadi evaluasi besar besaran. Erick Thohir sebagai Menteri BUMN harus menindak tegas," katanya, Senin (10/6/2024).
Hal ini harus dilakukan menurut Toekan sapaan akrab Sekretaris Jenderal PB SEMMI dikarenakan segala bentuk yang menyebabkan kerugian negara harus mendapatkan tindakan tegas.
"David Utama sebagai Direktur Utama PT. Kimia Farma harus dicopot karena tidak mampu membuat Perusahaan memiliki keuntungan, ditambah kerugian yang sangat besar tidak bisa ditolerir lagi," tegas Ahmad Marzuki Toekan.
Kerugian yang terjadi di tahun 2023 meningkat pesat sebesar 678% dari tahun 2022. Angka yang fantastis untuk menyebabkan negara harus merugi hingga triliunan rupiah.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli