Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan penurunan tajam pada perdagangan hari ini, merosot 1,43 persen ke level 6.769,90. Anjloknya indeks utama bursa saham nasional ini terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) secara resmi mengumumkan hasil reviu periode Mei 2026, yang memangkas sejumlah emiten Indonesia dari daftar konstituennya.
Dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu (13/5/2026), MSCI mengeluarkan enam saham dari indeksnya. Keenam emiten tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Meski demikian, MSCI juga memasukkan satu emiten ke dalam Global Small Cap Indexes, yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Tekanan jual tidak hanya terlihat pada IHSG. Pada pembukaan perdagangan hari yang sama, Indeks LQ45 tercatat turun 1,06 persen ke level 662, indeks IDX30 melemah 0,60 persen ke 374, dan IDX80 turun 1,40 persen ke 102,474. Sementara itu, indeks IDX LQ45 LCL juga mengalami penurunan sebesar 1,28 persen ke posisi 95,7.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan pada penutupan perdagangan sebelumnya. Pada Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup turun 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858,90. Meskipun melemah, data perdagangan mencatatkan nilai transaksi yang cukup besar, mencapai Rp16,1 triliun dari 30,9 miliar saham yang diperdagangkan. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 217 saham menguat, 486 saham melemah, dan 256 saham stagnan.
Di sisi lain, sejumlah indeks justru mencatatkan penguatan pada penutupan Selasa lalu. Indeks LQ45 naik 0,18 persen ke 669, indeks JII menguat 0,59 persen ke 449, dan indeks IDX30 meningkat 0,24 persen ke 376. Satu-satunya indeks yang melemah pada sesi tersebut adalah MNC36 yang turun 0,42 persen ke 292.
Secara sektoral, tekanan jual terdistribusi di beberapa sektor pada penutupan perdagangan sebelumnya. Sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, industri, teknologi, dan kesehatan tercatat berada di zona merah. Sementara itu, sektor energi, keuangan, bahan baku, dan transportasi berhasil mencatatkan penguatan di tengah pelemahan pasar secara umum.
Artikel Terkait
Menteri PKP: Sebagian Rusun Subsidi Meikarta Bisa Diakadkan Tahun Ini
Duel Carok Dua Tetangga di Lumajang, Satu Tewas Satu Luka Berat
Baleg DPR Kaji Revisi UU Tipikor Terbatas, Peneliti Minta Publik Tak Keliru Soal Intervensi Kasus Chromebook
PT PAL Sukses Pangkas Waktu Produksi Kapal Perang LPD dari Dua Tahun Jadi Enam Bulan