Menteri PKP: Sebagian Rusun Subsidi Meikarta Bisa Diakadkan Tahun Ini

- Jumat, 22 Mei 2026 | 02:20 WIB
Menteri PKP: Sebagian Rusun Subsidi Meikarta Bisa Diakadkan Tahun Ini

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Jika tidak terdapat kendala teknis maupun masalah pendanaan, sebagian unit dari hunian vertikal tersebut sudah dapat mulai diakadkan pada tahun ini.

“Ya sudah cukup banyak progresnya, karena kami berencana di tahun ini sudah dimulai ada akad. Akad itu artinya rakyat sudah bisa memesan, sudah bisa mulai membeli rumah susun subsidi yang ada di Meikarta,” ujar Ara dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Syariah Indonesia (BSI) Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Perkembangan proyek ini, menurut Ara, telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara disebut mengetahui bahwa akan berdiri rusun dengan kapasitas mencapai 141 ribu unit di atas lahan seluas 30 ribu hektare, yang merupakan hasil hibah dari Lippo Group. “Harapannya nanti banyak sekali masyarakat yang mungkin bisa berbahagia memanfaatkan rumah susun subsidi di sana. Apalagi itu kawasan industri, dan pasti banyak sekali buruhnya,” tambahnya.

Kementerian PKP telah memulai tahap pembersihan lahan atau land clearing untuk pembangunan rusun subsidi di Meikarta pada akhir Januari 2026. Proyek ini digadang-gadang sebagai solusi atas keterbatasan lahan hunian di kawasan industri yang terus mengalami peningkatan jumlah penduduk. Pada tahap awal, pembangunan difokuskan di lahan seluas 10 hektare yang akan menampung 18 tower setinggi 32 lantai. Setiap tower direncanakan memiliki sekitar 2.300 unit, sehingga pada fase pertama akan tersedia sekitar 47.000 unit hunian.

Sementara itu, secara keseluruhan, proyek ini ditargetkan mencapai 141.000 unit rumah susun subsidi. Pembangunan akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Setelah land clearing, pemasangan tiang pancang dijadwalkan pada 8 Maret 2026, dilanjutkan dengan pembangunan struktur ke atas pada 17 Agustus 2026. Proses serah terima kunci secara keseluruhan ditargetkan rampung dalam dua tahun mendatang, atau pada 2028.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar