Pria tersebut semakin blak-blakan bahwa, Mama Ghufron bukan seorang wali melainkan pembohong dan berpotensi kafir karena membuat 500 kitab dari Bahasa Suryani.
Hal ini mengingat pria bernama Abuya Ghufron Al Bantani itu disebut banyak orang sebagai seorang wali karena dinilai bukan manusia sembarangan. "Kalam siapa Ghufron? Kau mau bilang kalamullah? Siap-siap lu kafir kalau bilang itu kalamullah dan membuat orang lain juga kafir.
Saya santun nadanya biar enggak ke-banned Ghufron," katanya. "Sebenarnya saya menantang itu adalah keyakinan orang selalu anggap ente wali. Saya sudah setahun komentari ente Ghufron. Enggak kualat-kualat ya?," tambah pria itu.
Ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak mempercayai Mama Ghufron sebagai wali. "Hey Indonesia, itu si Ghufron tuh orang yang tukang bohong doang itu bukan wali. Bahkan dia tak mampu itu ngutus jin sealas puro itu," tegasnya.
Dari situlah, Ustaz Abdul Somad memberikan reaksi menohok hingga kritik ucapan pria bernama asli Iyus Sugirman alias Mama Ghufron saat menyebut "Maqoli" dalam ceramahnya.
Dikutip tvOnenews.com dari unggahan Instagram @ustadzabdulsomad_official, Senin (10/6/2024), Ustaz Abdul Somad (UAS) ingin membuktikan ucapan kata "Maqoli".
UAS sampai menunjukkan empat gambar dalam pencarian Google dari hasil tulisan Maqoli. UAS mengatakan bahwa, penulisan yang mendekati "Maqoli" tidak tercantum di dalam kitab.
"Karena penasaran, tidak ketemu di kitab," tulis UAS dalam Instagram resminya. Pendakwah itu pun mengajak pengikutnya agar melakukan pencarian tulisan "Maqoli" di berbagai sumber, termasuk melalui internet. "Coba cari-cari di internet: maqoli, macoli, maqoliy," tutur UAS.
Meski begitu, ia menyarankan agar pengikutnya mencari tulisan "Makgeolli arak beras" sebagai penulisan kata yang tepat untuk mengupas arti "Macoli". "Sepertinya yang agak mendekati adalah makgeolli arak beras," tandasnya
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
KPK Periksa 14 Saksi, Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan di Pati
Remaja 15 Tahun Diduga Tewaskan Kakak Kandung dengan Palu di Kelapa Gading
BMKG Waspadakan Potensi Cuaca Ekstrem di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
156 Karyawan KEK Industropolis Batang Diberangkatkan ke China untuk Pelatihan Teknis