Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memutuskan untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Satu Data Indonesia dalam masa sidang V tahun 2025-2026. Keputusan ini diambil dalam rapat pleno penyusunan jadwal acara yang digelar di ruang rapat Baleg DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ketua Baleg DPR Bob Hasan yang memimpin langsung rapat tersebut menegaskan bahwa RUU Satu Data Indonesia menjadi prioritas utama karena perannya sebagai pusat perencanaan pembangunan nasional.
“Jadi ada beberapa RUU yang menjadi prioritas, dari a sampai i. Saya kira ini yang paling prioritas utama yang mesti kita segera selesaikan. Di tengah itu ada juga RUU Satu Data Indonesia yang harus kita gas segera selesaikan karena memang sangat dibutuhkan sebagai satu sentral untuk perencanaan pembangunan nasional,” ujar Bob dalam rapat tersebut.
Pembahasan RUU Satu Data Indonesia dijadwalkan dimulai pada Rabu, 13 Mei 2026. Bob menyatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk panitia kerja untuk menyusun rancangan undang-undang tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan proses legislasi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, Baleg DPR juga akan mengebut pembahasan RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi. Menurut Bob, banyak pihak yang sudah mempertanyakan kelanjutan regulasi ini. “Nah, Pengelolaan Air Minum penting nih. Kalau bisa ini malah dicepetin aja penyusunan RUU Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi. Sudah banyak yang telepon kami,” katanya.
Sementara itu, RUU Minyak dan Gas justru mengalami penundaan. Bob mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan masukan dari Wakil Ketua Baleg DPR Ahmad Doli Kurnia yang akan menangani proses harmonisasi RUU tersebut. “Tentang harmonisasi RUU Migas ini, sementara kita akan tunda. Nanti ada pertimbangan, terutama Pak Doli yang akan harmonisasi tentang migas ini. Kita sudah jadwalkan untuk ditunda,” jelas Bob.
Rapat pleno kemudian berlanjut pada agenda persetujuan jadwal rapat Baleg untuk masa sidang V tahun 2025-2026. Bob meminta tanggapan dan masukan dari seluruh anggota forum sebelum akhirnya meminta persetujuan. “Setelah bersama-sama kita dengar tanggapan dan masukan Baleg, selanjutnya kami minta persetujuan apakah jadwal rapat-rapat Baleg masa sidang V tahun 2025-2026 dapat disetujui?” tanya Bob. Forum pun menjawab setuju secara bulat.
Artikel Terkait
Pemerintah Coret Penerima Bansos yang Terbukti Gunakan Dana untuk Judi Online
Kejagung Tangkap Bos PT Toshida Indonesia yang Jadi Tersangka Suap Ketua Ombudsman
Trump Akan Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahunan di Walter Reed pada 26 Mei
Harga Hewan Kurban di Jakarta Dipastikan Stabil Jelang Iduladha 2026