Alphabet dan Amazon Cari Pendanaan Luar Negeri untuk Biayai Ekspansi Infrastruktur AI

- Selasa, 12 Mei 2026 | 13:40 WIB
Alphabet dan Amazon Cari Pendanaan Luar Negeri untuk Biayai Ekspansi Infrastruktur AI

Persaingan di sektor kecerdasan buatan (AI) kian memanas. Dua raksasa teknologi Amerika Serikat, Alphabet dan Amazon, kini tengah gencar mencari sumber pendanaan baru di luar negeri untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI mereka yang kian masif. Langkah ini diambil di tengah lonjakan kebutuhan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri tersebut.

Alphabet, perusahaan induk Google, mengumumkan rencana penerbitan obligasi dalam mata uang yen untuk pertama kalinya. Di saat yang sama, Amazon bersiap melakukan debut penerbitan obligasi dalam denominasi franc Swiss. Keputusan ini mengindikasikan betapa intensnya persaingan investasi AI di antara perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia.

Belanja infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi diperkirakan akan menembus angka lebih dari 700 miliar dolar AS pada tahun ini. Jumlah tersebut melonjak signifikan dibandingkan 410 miliar dolar AS pada tahun 2025. Kenaikan drastis ini mendorong perusahaan-perusahaan teknologi untuk mulai lebih mengandalkan pendanaan melalui utang, setelah bertahun-tahun sebelumnya memanfaatkan arus kas internal mereka.

Hingga saat ini, baik Alphabet maupun Amazon belum mengungkapkan nilai pasti dari penerbitan obligasi tersebut. Namun, sumber yang mengetahui transaksi ini menyebutkan bahwa penerbitan obligasi yen oleh Alphabet diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar yen. Ketentuan final dari obligasi tersebut kemungkinan besar akan diputuskan dalam waktu dekat.

Untuk menangani transaksi ini, Alphabet telah menunjuk Mizuho, Bank of America, dan Morgan Stanley sebagai penjamin emisi. Langkah ini menyusul keberhasilan perusahaan mengumpulkan dana hampir 17 miliar dolar AS pada pekan lalu melalui dua penerbitan obligasi, yaitu sebesar 9 miliar euro dan obligasi dolar Kanada senilai 8,5 miliar dolar Kanada.

Art Hogan, Chief Market Strategist B. Riley Wealth, menilai bahwa perusahaan teknologi besar kini memiliki keleluasaan untuk mencari pendanaan dari berbagai pasar global. Hal ini dimungkinkan karena kualitas kredit mereka yang sangat kuat.

“Ketika kebutuhan pendanaan utang sangat besar dan perusahaan memiliki kualitas kredit yang sangat baik seperti hyperscaler, mereka bisa mengakses pasar domestik maupun global,” ujarnya.

Sementara itu, Amazon menyatakan bahwa dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi baru akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum. Ini mencakup investasi bisnis dan belanja modal di masa depan. Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Amazon telah menunjuk BNP Paribas, Deutsche Bank, dan JPMorgan Chase untuk menggarap penerbitan obligasi enam seri dengan tenor bervariasi, mulai dari 3 tahun hingga 25 tahun. Meskipun demikian, rincian nilai penerbitan masih dirahasiakan karena prosesnya masih berlangsung.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar