Tekanan politik semakin mengarah pada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, setelah puluhan anggota parlemen dari partainya sendiri menyerukan pengunduran dirinya. Seruan tersebut muncul sebagai dampak langsung dari kekalahan telak yang diderita Partai Buruh dalam pemilihan umum lokal yang baru saja digelar.
Sebanyak 70 anggota parlemen dari Partai Buruh secara terbuka mendesak Starmer untuk mundur dari jabatannya. Desakan ini disampaikan setelah partai yang dipimpinnya itu mengalami kegagalan di sejumlah daerah, termasuk kekalahan bersejarah di Wales dan kalah dari Partai Nasional Skotlandia di wilayah Skotlandia.
Tokoh-tokoh senior partai mulai mempertanyakan arah kepemimpinan Starmer. Menurut laporan The Times, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood termasuk dalam setidaknya empat menteri yang secara pribadi mendesak perdana menteri untuk mengundurkan diri.
Starmer sendiri mengakui hasil buruk yang diraih partainya dalam pemilu lokal tersebut. Namun, ia bersikeras bahwa situasi masih bisa diperbaiki dan pihaknya mampu membalikkan keadaan.
Pemilu lokal yang diadakan di Skotlandia, Wales, dan sebagian wilayah Inggris ini merupakan ujian elektoral terbesar bagi Starmer sejak kemenangan gemilang Partai Buruh dalam pemilu nasional pada 2024. Kekalahan kali ini menjadi pukulan berat bagi legitimasi kepemimpinannya di mata internal partai.
Artikel Terkait
Polri Lengkapi Personel dengan Alat Pengamanan Modern Antisipasi Serangan Molotov hingga Busur Panah
Pertemuan Perdana Mahfud MD dan Jokowi Usai Pilpres 2024, Bahas Kerinduan Masa Kabinet
Dirjen Dukcapil Tegaskan KTP-el Masih Wajib untuk Check-in Hotel, Bantah Isu Larangan Fotokopi
MPR RI Minta Maaf atas Polemik LCC Empat Pilar di Kalbar, Nonaktifkan Juri dan MC