OJK Pastikan Proses Demutualisasi BEI Berjalan demi Perkuat Tata Kelola dan Dorong Pertumbuhan Bursa

- Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20 WIB
OJK Pastikan Proses Demutualisasi BEI Berjalan demi Perkuat Tata Kelola dan Dorong Pertumbuhan Bursa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah berjalan dan diharapkan mampu memperkuat tata kelola sekaligus mendorong pertumbuhan bursa di masa mendatang. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tantangan dalam struktur kepemilikan BEI, di mana anggota bursa juga berperan sebagai pemegang saham. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, baik dalam proses pengambilan keputusan maupun pengawasan terhadap perusahaan tercatat.

“Sekarang ini misalnya sifat yang muncul itu, pada saat yang sama mereka adalah pemegang saham kita. Jadi misal Pak Jeffrey (Pjs Dirut BEI) ini kalau mau jadi direksi bursa harus meminta suara ke mereka (anggota bursa). Tapi ketika sudah jadi, nanti yang memeriksa, memberikan sanksi, menghukum dan lain-lain,” ujar Friderica saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Melalui demutualisasi, Friderica menjelaskan bahwa tata kelola BEI diharapkan menjadi lebih baik dan independen. Perubahan ini dinilai penting untuk memperkuat peran bursa sebagai infrastruktur utama pasar modal nasional. “Jadi memang kalau dengan demutualisasi harapan kita tata kelola semakin baik. Kemudian bagaimana kita bisa mendorong bursa ini bisa tumbuh lebih lagi,” katanya.

Sementara itu, pembahasan mengenai demutualisasi BEI saat ini masih berlangsung antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan parlemen. Namun, Friderica menegaskan bahwa detail skema serta mekanisme kebijakan tersebut belum dapat disampaikan kepada publik. “Nah saat ini masih sedang dibahas antara pemerintah dengan Kementerian Keuangan dan juga parlemen kita. Untuk detailnya saya belum bisa sampaikan sekarang,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki itu.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa tujuan utama dari demutualisasi adalah untuk perbaikan tata kelola dan memperbesar kapasitas BEI agar dapat berkembang seperti bursa-bursa global lainnya. “Harapannya bursa ini bisa lebih besar, bisa berkembang ke depan seperti bursa-bursa lain, yang nantinya juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kita,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar