Ibu di Pandeglang Terpaksa Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Usai Melahirkan Akibat Jalan Rusak

- Selasa, 12 Mei 2026 | 13:15 WIB
Ibu di Pandeglang Terpaksa Ditandu Pakai Bambu dan Sarung Usai Melahirkan Akibat Jalan Rusak

Seorang ibu di Kabupaten Pandeglang, Banten, harus menjalani perjalanan pulang usai melahirkan dengan cara ditandu menggunakan bambu dan kain sarung. Kondisi itu terpaksa dilakukan lantaran akses jalan menuju rumahnya rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Peristiwa itu dialami oleh Umayah, warga Desa Lewibalang, Kecamatan Cikeusik. Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sejumlah warga bergantian menandu ibu tersebut dari Poskesdes Lewibalang menuju kediamannya yang berjarak sekitar 300 meter pada Minggu, 10 Mei lalu.

Menurut keterangan warga setempat, praktik menandu pasien bukanlah hal baru di wilayah tersebut. Kondisi infrastruktur jalan yang rusak berat membuat kendaraan tidak bisa melintas, sehingga warga yang sakit pun harus diangkut secara manual.

“Sering banget yang ditandu. Kondisi jalan rusak menjadi penyebabnya,” ujar Angga, seorang warga sekaligus tenaga medis di desa tersebut, saat dikonfirmasi.

Angga mengungkapkan bahwa bambu dan kain sarung kini menjadi peralatan yang wajib tersedia bagi warga yang hendak mendapatkan pelayanan medis. Ia bahkan menceritakan adanya kejadian yang lebih memilukan, di mana seorang warga meninggal dunia saat sedang ditandu dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

“Yang meninggal pas digotong ada, pas mau berobat,” ungkapnya.

Angga menambahkan bahwa peristiwa semacam ini terus berulang karena hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah terhadap infrastruktur jalan di daerahnya. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar tragedi serupa tidak terus terjadi.

“Diukur aja jalan mah sama pemerintah, tapi tidak pernah dibangun,” katanya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar