Pertemuan Perdana Mahfud MD dan Jokowi Usai Pilpres 2024, Bahas Kerinduan Masa Kabinet

- Selasa, 12 Mei 2026 | 13:00 WIB
Pertemuan Perdana Mahfud MD dan Jokowi Usai Pilpres 2024, Bahas Kerinduan Masa Kabinet

Pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019–2024, Mahfud MD, dengan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, menjadi sorotan publik. Ini merupakan kali pertama keduanya bertatap muka secara langsung setelah Mahfud berpamitan untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2024.

Hubungan antara Mahfud dan Jokowi memang memiliki dinamika yang khas. Dalam Pilpres 2024, Mahfud yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo harus berhadapan dengan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Sebelumnya, pada Pilpres 2019, Mahfud sempat menjadi salah satu nama yang diajukan Jokowi untuk mendampinginya sebagai calon wakil presiden. Namun, rencana itu tidak terwujud karena sejumlah partai pendukung Jokowi saat itu lebih memilih Ma’ruf Amin.

Mahfud menceritakan bahwa pertemuan tersebut terjadi pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, saat ia menghadiri undangan dari pelawak dan penyanyi Soimah. Dalam kesempatan itu, ia lebih dulu bertemu dengan para seniman lain, seperti Butet Kertaradjasa, Kirun, Raffi Ahmad, dan Inul Daratista.

“Terus tiba-tiba saya disusul oleh protokoler, oleh tuan rumah lah, Bapak kursinya di sana, mejanya di sana. Saya kan kumpul duduk sama orang-orang itu, ada Sule apa, gurau-gurau, Bapak kursinya di sana, saya ke sana, tiba-tiba di dekat saya ada Pak Jokowi sama Bu Iriana datang, beliau duduknya berdua,” ujar Mahfud dalam podcast yang ditayangkan di kanal YouTube resminya, Senin, 11 Mei 2026.

Sebagai orang yang pernah mendampingi Jokowi di pemerintahan, Mahfud mengaku langsung menghampiri untuk menyapa. Ia mengatakan bahwa keduanya banyak bertukar cerita ringan tentang masa-masa ketika masih bersama dalam kabinet, tanpa membahas politik tertentu.

“Bapak sehat? Alhamdulillah sehat. Gembira lah kami bercerita banyak, masa-masa di kabinet, istri saya dengan Bu Jokowi sering bepergian, cerita-cerita gitu, biasa kan ringan-ringan saja, cuma itu saja sebenarnya, tidak ada cerita,” kata Mahfud.

Menyinggung soal gesturnya yang tampak merendahkan badan saat menyapa Jokowi dalam video yang beredar, Mahfud menilai hal itu wajar. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut kerap ia lakukan ketika bertemu dengan orang-orang yang sudah lama tidak ditemuinya.

“Wajarlah saya ketemu siapa, saya ketemu Anda saja, ketemu wartawan saja begini, masa saya ketemu mantan presiden. Artinya, kita tidak ada pembicaraan apa yang serius di situ, ceritanya enak, lancar. Dari saya sendiri tidak ada sesuatu yang menyebabkan saya harus serius bicara, dan saya lihat Pak Jokowi lancar, cerita masa lalu, saya kangen dulu kita selalu diskusi kalau ada apa-apa,” ujar Mahfud.

Mahfud menambahkan, sikap Jokowi masih tetap rendah hati seperti dulu. Dalam pertemuan itu, Mahfud justru harus pulang lebih awal karena masih memiliki acara lain. Ia juga menekankan bahwa selain Jokowi, banyak tokoh lain yang hadir malam itu. Jokowi, menurut Mahfud, masih memanggilnya dengan sapaan ‘Prof’ dan tidak menunjukkan kecanggungan saat saling bertanya kabar.

“Saya tidak membayangkan, itu kan tempatnya di desa, bukan di kota, itu di rumahnya Soimah, Soimah itu kan punya sanggar bagus, itu sudah jauh di luar kota. Saya tidak nyangka juga dari Jakarta pada datang semua, lalu saya ingat, ini kan artis besar,” ujar Mahfud.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags