Banjir Landa Empat Kecamatan di Kolaka, Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak

- Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45 WIB
Banjir Landa Empat Kecamatan di Kolaka, Lebih dari 2.000 Jiwa Terdampak

Bencana banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, sejak Jumat, 8 Mei 2026, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka mencatat sebanyak 2.057 jiwa terdampak, sementara 586 unit rumah dilaporkan terendam air. Peristiwa ini memicu respons cepat dari pemerintah setempat untuk melakukan evakuasi dan pendataan.

Kepala BPBD Kabupaten Kolaka, Muh Haerul Efendy, mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai ke pemukiman warga. Curah hujan tinggi yang turun secara terus-menerus membuat debit air sungai di Kecamatan Latambaga, Kolaka, Pomalaa, dan Samaturu tidak lagi mampu menampung volume air. “Kami telah melakukan asesmen dan validasi data bersama pemerintah setempat di beberapa kecamatan terdampak. Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi dan pembersihan lokasi,” ujar Efendy saat ditemui di Kolaka, Senin, 11 Mei 2026.

Dari hasil pendataan, Kecamatan Latambaga menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan. Di Kelurahan Sakuli, tercatat 71 kepala keluarga atau 282 jiwa terdampak, dengan 71 unit rumah terendam. Sementara itu, Kelurahan Mangolo mencatat 232 kepala keluarga atau 764 jiwa terdampak, serta 232 unit rumah dan 10 hektare sawah yang terendam. Efendy menambahkan, fasilitas pendidikan di kecamatan ini juga tidak luput dari bencana. “Fasilitas pendidikan dengan total tujuh unit sekolah juga terdampak, yaitu empat taman kanak-kanak, dua sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama. Selain itu, terdapat kerusakan talud penahan jalan sepanjang 50 meter,” jelasnya.

Di Kecamatan Kolaka, banjir melanda Kelurahan Watuliandu dengan 21 unit rumah terdampak, mencakup 84 jiwa. Sementara itu, Kecamatan Pomalaa mencatat dua desa yang terendam. Desa Totobo memiliki 16 unit rumah dan 66 jiwa terdampak, serta tujuh hektare sawah yang terendam. Desa Pelambua mencatat 21 unit rumah dengan 96 jiwa terdampak, ditambah kerusakan pada lima hektare sawah. Di sisi lain, Kecamatan Samaturu menjadi wilayah dengan cakupan terdampak paling luas, meliputi empat desa. Desa Latuo mencatat 240 jiwa dan 75 unit rumah terdampak, serta tiga sekolah. Desa Ulu Konaweha memiliki 159 jiwa dan 35 unit rumah terdampak. Desa Wowa Tamboli mencatat 21 jiwa terdampak, satu hektare sawah, dan sembilan hektare kebun. Desa Konaweha menjadi yang terparah dengan 115 unit rumah dan 345 jiwa terdampak, serta 3,5 hektare tambak yang terendam.

Tidak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka, yang mengakibatkan satu rumah dengan total lima jiwa terdampak. Menghadapi situasi ini, BPBD bersama Dinas Sosial telah mulai menyalurkan bantuan logistik berupa sembako dan air bersih kepada warga yang datanya telah terhimpun. Efendy mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang pesisir sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu waspada. Kami mengkhawatirkan adanya banjir susulan jika curah hujan ekstrem kembali terjadi dalam waktu dekat,” tegasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar