Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipaksakan kepada anak-anak dari keluarga mampu. Pernyataan itu disampaikan kepala negara saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo terlebih dahulu menanyakan kepada para nelayan setempat apakah anak-anak mereka telah menerima manfaat MBG di sekolah. “Bagaimana di Gorontalo? MBG sudah ada di sekolah-sekolah?” tanyanya kepada warga yang hadir.
Sejumlah nelayan mengaku bahwa anak mereka belum mendapatkan program tersebut. Menanggapi hal itu, Presiden berjanji akan mencatat sekolah-sekolah yang belum terjangkau MBG. Ia memastikan bahwa seluruh institusi pendidikan yang membutuhkan akan memperoleh bantuan pangan bergizi secara bertahap.
“Kita segera, pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya,” ujar Prabowo.
Di sisi lain, Presiden menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi mereka yang tidak membutuhkan. Ia menyebut anak-anak dari kalangan orang kaya tidak perlu dipaksa mengikuti program tersebut. “Yang tidak perlu, nggak apa-apa, ya, kan. Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu, nggak apa-apa, benar, nggak dipaksa,” katanya.
Prabowo menambahkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah memastikan seluruh anak Indonesia memiliki tumbuh kembang yang kuat, semangat belajar yang tinggi, dan kecerdasan yang optimal. “Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak kita rajin belajar, betul?” tutupnya.
Artikel Terkait
Polri Lacak Sponsor dan Aliran Dana di Balik Penggerebekan Judi Online Hayam Wuruk Plaza yang Libatkan 321 WNA
Gejala Mirip Flu, Virus Hanta Berisiko Fatal Jika Menyerang Paru-Paru
Polri Amankan 321 Orang dalam Penggerebekan Judi Online di Jakarta Barat, 275 Jadi Tersangka
Polri Amankan 321 WNA dalam Penggerebekan Judi Online di Jakarta Barat, 275 Jadi Tersangka