WASHINGTON Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Iran memohon kepada AS untuk segera mencabut blokade maritim yang tengah diberlakukan terhadap negara tersebut. Klaim ini disampaikan Trump melalui unggahan di akun media sosialnya, Truth Social, pada Selasa (28/4/2026).
Dalam unggahan itu, Trump menulis, "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka berada dalam 'Kondisi Runtuh'. Mereka ingin kita 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin."
Trump juga menyinggung adanya semacam perpecahan di dalam tubuh kepemimpinan Iran. Menurutnya, situasi ini membuat siapa yang akan mengambil keputusan akhir menjadi tidak jelas. "Mereka berusaha menyelesaikan situasi kepemimpinan yang saya yakini akan dapat mereka lakukan," tulis Trump lagi.
Sebelumnya, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April. Namun begitu, AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Kapal-kapal dilarang masuk maupun keluar dari kawasan itu.
Setelah masa gencatan senjata habis, Trump memperpanjangnya tanpa batas waktu. Tapi blokade tidak juga dicabut. Di sisi lain, Iran menolak melanjutkan perundingan damai dengan AS selama blokade masih berlangsung. Sementara Trump bersikukuh tidak akan membuka blokade sampai Iran setuju kembali ke meja perundingan.
Jadi, semacam jalan buntu. Kedua pihak saling menunggu langkah satu sama lain, sementara situasi di lapangan menurut klaim Trump sudah di ambang runtuh bagi Iran.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026
Wagub Jakarta Rano Karno Melayat Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Bantuan Pemprov Mengalir