Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi

- Selasa, 28 April 2026 | 22:30 WIB
Okupansi Whoosh dan LRT Jabodebek Melonjak Usai Kecelakaan Maut KRL di Bekasi

IDXChannel – Pasca insiden kecelakaan maut antara KRL dan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, Senin malam (27/4/2026), jumlah penumpang Whoosh dan LRT Jabodebek justru meroket. Ya, naik. Bukan turun. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan okupansi pada Selasa (28/4/2026) ini melonjak sekitar 10 persen dibandingkan hari yang sama pekan lalu. Sampai siang tadi, realisasi penumpang Whoosh tercatat antara 370 hingga 400 orang. Menurut Eva, angka itu setara dengan okupansi harian sekitar 65 persen. Bandingkan dengan pekan sebelumnya yang cuma di kisaran 45–50 persen. Jadi, ada kenaikan sekitar 15 persen. “Kalau kita bandingkan dengan Selasa minggu lalu, memang untuk hari ini tadi kita melihat okupansi per KA itu sekitar 65 persen. Biasanya itu hanya di sekitar 45–50 persen,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Halim, Selasa (28/4/2026). Di sisi lain, LRT Jabodebek juga mencatat peningkatan. Data hingga pukul 16.30 WIB menunjukkan sebanyak 9.023 pengguna berangkat dari Stasiun Jatimulya. Naik 45 persen dibandingkan Senin sebelumnya yang hanya 6.224 pengguna. Nah, Stasiun Jati Mulya ini lokasinya sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur. Cuma butuh waktu 10 menit pakai motor. Jadi, buat warga Bekasi yang mau ke Jakarta, stasiun ini bisa jadi pilihan alternatif. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, bilang pihaknya berusaha keras memberikan pelayanan yang selamat, aman, dan nyaman. Terutama bagi masyarakat yang butuh alternatif perjalanan sehari-hari. “LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” ujarnya dalam keterangan resmi. Soal tarif, LRT Jabodebek mematok maksimal Rp20.000 pada jam sibuk yaitu pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB. Di luar jam itu, tarifnya cuma Rp10.000. Murah, kan? LRT Jabodebek juga mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan. Misalnya, jangan memaksa masuk kalau pintu kereta sudah tertutup. Dan, beri prioritas pada lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penyandang disabilitas. (Febrina Ratna Iskana)

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar