Bekasi, IDXChannel – Tujuh jam. Itulah waktu yang harus dijalani Nurul (26) di dalam gerbong KRL yang ringsek. Sejak tabrakan terjadi, ia terjebak di antara puing-puing besi yang melilit. Akhirnya, petugas gabungan berhasil mengeluarkannya dalam keadaan selamat.
Proses evakuasi itu sendiri berlangsung dramatis. Menurut Ramli Prasetio, Humas Kantor SAR Jakarta, semua unsur yang terlibat di lapangan bergerak cepat. Koordinasi, katanya, berjalan cukup rapat. “Pada pukul 04.17 WIB, personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban dalam keadaan selamat atas nama Nurul, usia 26 tahun,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Begitu berhasil dikeluarkan dari gerbong, Nurul langsung dilarikan ke RSUD Kota Bekasi. “Korban kemudian langsung dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk penanganan lebih lanjut,” sambung Ramli.
Di sisi lain, kabar duka masih menyelimuti peristiwa ini. Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur tercatat empat orang. Sementara itu, sekitar 79 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif. Mereka tersebar di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi.
Menurut Ramli, petugas gabungan belum menghentikan operasi. Pencarian masih terus dilakukan. Tujuannya satu: memastikan tak ada lagi korban yang tertinggal atau terdampak di lokasi kejadian. “Kami masih terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi,” tegasnya.
Suasana di sekitar stasiun sempat mencekam. Lampu-lampu darurat menyala temaram. Tim penyelamat bekerja bergantian, menyisir setiap sudut gerbong yang penyok. Nurul, yang sempat tak bisa bergerak selama berjam-jam, akhirnya bisa bernapas lega begitu keluar dari reruntuhan. (Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo di Bekasi Bertambah Jadi 7 Orang, 81 Luka-Luka
Harga Emas Antam Naik Rp5.000 per Gram Jadi Rp2.814.000, Buyback Ikut Terangkat
China Blokir Akuisisi Startup AI Manus oleh Meta, Dua Pendiri Dilarang Tinggalkan Negeri
ASN di Yahukimo Kritis Ditembak KKB, Dievakuasi ke Jayapura