Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan dukungan penuh untuk mewujudkan kemandirian penyandang disabilitas, baik anak-anak maupun orang tua mereka. Menurutnya, bantuan sosial saja tidak cukup. Pemerintah, kata dia, juga akan menghadirkan program pemberdayaan.
Ini bukan sekadar janji. Ada langkah konkret yang mulai digarap.
Dalam pertemuan dengan Perkumpulan Orang Tua dan Anak Disabilitas Indonesia (Portadin), Gus Ipul sempat menyinggung soal bantuan permodalan. Alasannya sederhana: keluarga yang merawat anak disabilitas butuh banyak hal. Biaya, waktu, dan tenaga semuanya terkuras.
“Apa yang bisa kita bantu, akan kita bantu agar bisa berkelanjutan. Tidak hanya bansos,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Ia lalu menambahkan, “Kita bisa bantu untuk orang tua yang memerlukan bantuan usaha.”
Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian Sosial, hari yang sama.
Namun begitu, tidak semua penyandang disabilitas otomatis mendapat bansos atau modal usaha. Ada kriteria yang harus dipenuhi. Gus Ipul menekankan, bantuan ini diprioritaskan untuk keluarga penyandang disabilitas yang masuk dalam desil 1 sampai 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Prosesnya juga tidak instan. Petugas Kemensos bakal melakukan asesmen terlebih dahulu. Baru setelah itu diputuskan, apakah seorang anak atau orang tua dengan disabilitas layak menerima bantuan.
“Tentunya dengan asesmen ya. Desil 1-4 bisa,” jelas Gus Ipul.
Di sisi lain, bagi keluarga penyandang disabilitas yang tergolong berkecukupan, pemerintah tidak tinggal diam. Bentuk perhatiannya bisa berbeda misalnya lewat penguatan regulasi. Dengan begitu, siapa pun penyandang disabilitas, apa pun kondisi ekonominya, tetap mendapat perhatian negara.
Sementara itu, Ketua Umum Portadin, Hendratmoko, menyambut baik sikap Gus Ipul. Ia bahkan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang selama ini sudah diberikan Kemensos kepada anggota mereka.
Tahun lalu, kata Hendratmoko, Kemensos telah menyalurkan 31 bantuan pemberdayaan. Ia berharap dukungan semacam ini tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami bersyukur sekali, tahun kemarin Kemensos sudah memberi 31 bantuan. Semoga dukungan ini tidak akan terputus,” pungkasnya.
Editor: Agus Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Periksa Pengusaha Rokok Terkait Suap Impor di Bea Cukai
KAHMI Minta Polemik Ceramah Jusuf Kalla Dihentikan, Khawatir Memecah Belah Umat
Kemendagri Peringatkan Pemkab Magelang Agar Tak Asal Bikin Inovasi Daerah Tanpa Perencanaan Matang
Warga Palopo Ditemukan Selamat Setelah Tersesat di Hutan Battang Barat