Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan nada optimis menyatakan bahwa Raja Charles III akan “sangat aman” selama kunjungan resminya ke AS. Rencananya, lawatan kenegaraan itu dimulai pada Senin, 27 April 2026.
Pernyataan itu keluar setelah ada pembicaraan keamanan lanjutan antara Gedung Putih dan Istana Buckingham. Ini buntut dari insiden beberapa hari sebelumnya seorang pria bersenjata sempat menyusup ke area acara yang dihadiri Trump di Washington DC pada Sabtu. Untungnya, tidak ada korban jiwa, tapi cukup bikin deg-degan.
Ditanya soal dampak insiden itu terhadap kunjungan kerajaan, Trump cuma santai. Menurutnya, kompleks Gedung Putih yang bakal disambangi Raja Charles adalah zona yang “sangat aman.”
“Saya pikir itu luar biasa, dia akan sangat aman. Area Gedung Putih benar-benar aman,” ujar Trump, seperti dikutip dari BBC, Senin (27/4/2026).
Dia menambahkan, “Dia akan tinggal di sini, saya percaya dia juga akan pergi ke beberapa lokasi lain karena dia berada di sini selama beberapa hari.”
Trump juga bilang sudah ngobrol dengan Raja Charles pada Minggu pagi. Katanya, pihak kerajaan sangat antusias menanti kunjungan ini.
Di sisi lain, Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa agenda Raja Charles dan Ratu Camilla bakal tetap berjalan, sebagian besar sesuai rencana. Tidak ada perubahan besar.
Sebelumnya, setelah serangan Sabtu itu yang menyebabkan seorang agen Secret Service luka ringan dan memaksa presiden serta ibu negara dievakuasi Raja Charles dan Ratu Camilla secara pribadi sudah menyampaikan simpati mereka kepada Trump dan istrinya. Kelas.
Kunjungan kenegaraan selama empat hari ini akan dimulai di Washington DC. Rencananya, Raja dan Ratu akan disambut langsung oleh Trump dan Ibu Negara Melania Trump di Gedung Putih.
Lawatan Sarat Nilai Diplomatik
Nah, soal bobot diplomatiknya, Duta Besar Inggris untuk AS, Sir Christian Turner, bilang kunjungan ini bertujuan “memperbarui dan merevitalisasi persahabatan unik” antara kedua negara. Bukan sekadar seremoni.
Dia juga menyebut Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sudah bicara dengan Trump pada Minggu. Dan perjalanan itu kata Sir Christian akan berlangsung hampir sepenuhnya sesuai rencana. Hampir, ya.
Rangkaian kunjungannya sendiri cukup padat: Washington DC, New York, dan Virginia. Termasuk acara seremonial dan momen simbolis di Memorial 9/11 di New York. Pasti mengharukan.
Pemerintah Inggris berharap lawatan ini bisa sedikit meredakan ketegangan diplomatik. Soalnya, hubungan London-Washington belakangan memang agak panas-dingin. Trump sebelumnya sempat mengkritik Starmer karena dianggap tidak mendukung AS dalam konflik dengan Iran. Jadi, ada ganjalan.
Namun begitu, Sir Christian menegaskan bahwa kunjungan kerajaan ini akan menyoroti “sejarah bersama, pengorbanan bersama, dan nilai-nilai bersama” kedua negara. Ia juga menekankan bahwa kemitraan Inggris-AS membuat kedua bangsa “lebih aman, lebih makmur, dan lebih bahagia.”
Setelah agenda di Gedung Putih pada Senin, Raja dan Ratu dijadwalkan minum teh bersama pasangan Trump. Lalu, menghadiri pesta kebun dengan tamu-tamu yang punya hubungan erat dengan Inggris dan AS. Santai, tapi sarat makna.
Puncaknya? Pidato Raja Charles di Kongres AS pada Selasa. Di sana, ia diharapkan bisa menyeimbangkan penyampaian posisi pemerintah Inggris tanpa merusak hubungan hangat dengan Trump. Sebuah seni diplomasi tingkat tinggi.
Trump sendiri memuji Raja Charles sebagai “sosok yang fantastis dan perwakilan yang luar biasa.” Pemerintah Inggris berharap, kehangatan pribadi ini bisa menular ke hubungan politik kedua negara. Semoga saja.
Artikel Terkait
KAHMI Minta Polemik Ceramah Jusuf Kalla Dihentikan, Khawatir Memecah Belah Umat
Kemendagri Peringatkan Pemkab Magelang Agar Tak Asal Bikin Inovasi Daerah Tanpa Perencanaan Matang
Warga Palopo Ditemukan Selamat Setelah Tersesat di Hutan Battang Barat
Komnas HAM Nyatakan Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Pelanggaran HAM Berat