JAKARTA Pengakuan mengejutkan datang dari mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer akrab disapa Noel. Ia mengaku menerima uang Rp 3 miliar dari Irvian Bobby Mahendro, yang menjabat Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 di Kemnaker. Tapi, Noel bersikeras: ini bukan pemerasan.
Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (21/4/2026), suaranya terdengar mantap.
“Saya akui kesalahan saya, Yang Mulia. Tapi saya tidak punya motivasi memeras, apalagi minta jatah,” ujarnya.
Menurut Noel, uang itu tidak ada hubungannya dengan praktik pemerasan yang belakangan ramai di lingkungan kementerian. Ia mengaku tidak tahu-menahu soal pejabat lain yang diduga memeras pihak swasta. Informasi soal itu, katanya, baru ia dengar belakangan.
Bukan Sekadar Uang
Ceritanya begini. Uang itu diterima Noel tak lama setelah ia menyanggupi permintaan Bobby. Isinya sederhana: tolong urus perkara yang sedang dihadapi Bobby dengan aparat penegak hukum.
“Kalau mau jujur, Anda datang ke saya cuma minta tolong soal kasus Anda dengan APH,” kata Noel di persidangan.
Ia merasa punya koneksi. Wajar, karena posisinya sebagai bagian dari kabinet membuatnya punya akses ke sejumlah lembaga.
“Saya punya komunikasi yang baik dengan beberapa lembaga. Jadi saya sanggup mengkomunikasikan itu,” tambahnya.
Baik Noel maupun Bobby tidak menyebut kapan persisnya uang itu berpindah tangan. Namun, yang jelas, pemberian ini terjadi di tengah pemeriksaan kejaksaan atas dugaan pemerasan izin K3 yang melibatkan Bobby dan sejumlah pihak lain.
Uang Halal?
Di luar sidang, Noel punya pandangan lain. Ia menyebut uang Rp 3 miliar itu sebagai pendapatan yang halal. Alasannya? Tidak ada kaitannya dengan APBN.
“Ya kan enggak ada kaitan APBN. Kami cuma ikut perintah Presiden: jangan curi APBN,” ujarnya sambil tersenyum di jeda sidang, Kamis (23/4/2026).
Ia juga menegaskan, tidak tahu-menahu soal dakwaan jaksa KPK yang menyebut adanya pungutan liar dalam pengurusan sertifikat K3. Menurut Noel, uang yang ia terima murni fee dari jasanya mengurus perkara.
“Fee dari situ, menurut saya, itu duit yang halal sebetulnya,” katanya.
Namun begitu, pengakuan ini tetap menimbulkan tanda tanya. Apakah benar semua ini hanya soal bantuan antar-rekan? Atau ada lapisan lain yang belum terungkap? Sidang masih berjalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Muhammad Qodari Dikabarkan Dirotasi ke Kepala Bakom, Dudung Abdurachman Calon Pengganti KSP
Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz dengan Syarat AS Cabut Blokade, Negosiasi Nuklir Ditunda
Alphabet Siapkan Dana Rp689 Triliun untuk Investasi di Startup AI Anthropic
Pemerintah Optimis Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Meski Konflik Timur Tengah Belum Reda