BPS mencatat, RI mengimpor bawang putih, gandum, juga cabai dari Singapura. Bahkan garam pun, Indonesia harus mengimpor dari Singapura.
Menurut BPS, Singapura merupakan negara kedua yang menyumbang defisit terbesar terhadap neraca perdagangan Indonesia selama empat tahun beruntun, atau tepatnya pada periode Mei 2020 hingga April 2024. Pada periode itu Indonesia defisit US$18,91 miliar dengan Singapura.
Tercatat, beberapa barang pangan yang diimpor Indonesia dari Singapura diantaranya adalah cabai yang pada Januari-April 2024 tercatat senilai US$85, turun dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$326.
Lalu bawang putih. Pada periode Januari-April 2024 nilai impornya US$20, turun dari sebelumnya US$155.
Selain itu, ada tepung gandum dan meslin yang pada periode Januari-April 2024 mencapai US$99.144 dari sebelumnya pada Januari-April 2023 hanya sebesar US$79.288. Kemudian, garam yang tercatat sebesar US$42.105 melonjak dari periode yang sama pada 2023 yang tercatat nol pada data BPS.
Artikel Terkait
Dubes Iran Akui Kondisi Selat Hormuz Mirip Masa Perang, Kapal Pertamina Masih Tertahan
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Lonjakan Pengguna KRL
Gapensi Proyeksikan Kenaikan Biaya Konstruksi hingga 8% Akibat Lonjakan Harga Energi
Prancis Resmi Tarik Seluruh Cadangan Emas dari New York ke Paris