Suasana ramai di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mendadak ricuh karena sebuah insiden. Sebuah video yang kini viral di Instagram menampilkan perselisihan sengit antara sopir angkot dan pengemudi mobil pribadi. Konflik ini, menurut unggahan akun @jabodetabek24info, berawal dari aksi nyali si sopir angkot yang nekat melawan arus.
Ceritanya begini. Perekam video sedang menyetir mobilnya dari terminal menuju arah Pasar Rebo. Begitu sampai di area putar balik dekat SPBU, tiba-tiba sebuah angkot muncul dari arah yang salah. Mobil itu nyaris saja menabraknya. Nyaris.
Karena merasa terancam, pengemudi mobil itu pun menegur si sopir angkot. Tapi rupanya teguran itu malah memantik amarah. Alih-alang meminta maaf, sopir angkot malah mengejar mobil tersebut.
Yang terjadi selanjutnya sungguh di luar kendali.
"Kemudian sopir angkot langsung marah-marah, menggedor pintu, serta memukul kaca mobil perekam hingga pecah," tulis keterangan dalam unggahan itu, menggambarkan situasi yang makin panas.
Mendapat laporan soal keributan ini, polisi langsung bergerak cepat. Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad Supriyanto, memastikan pihaknya telah melakukan penyelidikan.
"Melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan diduga pelaku di sepanjang Jalan Supriadi, Kelurahan Susukan, Ciracas," kata Rohmad kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Dua orang berinisial IK dan P akhirnya diamankan. Mereka langsung dibawa ke Polsek Ciracas untuk diperiksa lebih lanjut. Bukan cuma pelakunya yang disita, polisi juga mengamankan kendaraan yang digunakan: satu unit angkot T17 jurusan Depok–Rambutan. Angkot berwarna merah, plat nomor B-1076-QO, keluaran 2014 itu kini jadi barang bukti.
Insiden ini kembali menyoroti soal kedisiplinan dan emosi di jalanan ibukota yang kerap memanas. Sekali lagi.
Artikel Terkait
SK Hynix Catat Laba Kuartalan Tertinggi, Didorong Gelombang Permintaan Chip AI
Menkes Budi Gunadi Sadikin Jelaskan Cara Baca Label Nutri-Level untuk Batasi Gula Harian
Menko Airlangga Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026 Minimal 5,5%
Pemerintah Targetkan Pembangkit Sampah Kurangi 33.000 Ton Limbah Harian pada 2029