MURIANETWORK.COM - Jenderal 'Kontroversial' Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun memberikan pernyataan mengejutkan soal kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Kasus pembunuhan Vina Cirebon tengah menjadi perhatian publik setelah kisahnya diangkat ke layar lebar dengan judul film Vina: Sebelum 7 Hari.
Salah satu tokoh publik yang menyoroti kasus pembunuhan serta pemerkosaan Vina Cirebon ini adalah Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun.
Ia merupakan seorang purnawirawan polisi yang akan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari jalur independen pada Pilkada serentak 2024.
Menurut Dharma Pongrekun, jika setelah 8 tahun berlalu kasus Vina Cirebon ini belum tuntas, bahkan menyisakan 3 pelaku DPO, artinya ada 'sesuatu' dalam kasus tersebut. "Artinya ada sesuatu.
Harusnya kalau sudah ada nama yang didapatkan itu sangat mudah dilakukan penangkapan oleh penyidik," katanya dalam program One on One tvOne beberapa waktu lalu.
Namun, menurutnya bukti-bukti dalam kasus Vina Cirebon ini memang harus sepenuhnya terpenuhi.
"Mungkin saja bukti-buktinya ketika itu (2016) belum terpenuhi, sehingga penyidik menganggap yang bersangkutan hanya dilibatkan sebagai saksi," katanya. "Kalau sudah ketahuan, harusnya sudah bisa ditangkap," tegasnya.
Dharma mengaku tidak terlalu mengikuti kasus Vina Cirebon tersebut, namun menurut purnawirawan Polri ini harusnya aparat bisa dengan mudah menuntaskan kasus pembunuhan tersebut. "Kalau misalnya sudah ketahuan segera ditangkap, satu kali 24 jam sangat mudah," ujarnya.
Artikel Terkait
Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo Lengser, Terkait Kasus Penyiraman Aktivis
Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Hemat Anggaran, Prioritas untuk Kepentingan Publik
Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Tol di Sembilan Ruas untuk Arus Balik Lebaran
Menhub Kaji Penguatan Aturan Truk Tiga Sumbu Usai Temukan Pelanggaran