Rabu kemarin, di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, suasana diskusi di Kantor Staf Presiden cukup hangat. Menteri Luar Negeri Sugiono hadir dan membuka sedikit tabir pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung. Ternyata, selain urusan diplomasi serius, ada topik yang lebih populer yang mengemuka: kerja sama budaya, khususnya soal K-Pop.
Menurut Sugiono, rencana untuk mendatangkan lebih banyak konser K-Pop ke Indonesia sedang digodok. Ini bukan tanpa alasan. Penggemar genre musik asal Negeri Ginseng itu di tanah air jumlahnya luar biasa banyak. Jadi, wacana itu muncul sebagai respons atas antusiasme yang sudah terlihat jelas.
"Dan kemarin juga dalam sebuah percakapan disampaikan kepada, ini khusus untuk penggemar K-Pop, Bapak Presiden berencana untuk meningkatkan jumlah konser bagi para pecinta K-Pop,"
kata Sugiono tegas.
Namun begitu, ada satu hal yang sempat membuat sang Menteri terkejut. Rupanya, di balik gemerlap industri hibiran Korea Selatan, ada juga wajah-wajah Indonesia yang turut berkontribusi. Sugiono mengaku baru mengetahui fakta bahwa ada WNI yang berhasil menjadi anggota grup idol K-Pop di sana.
"Karena ternyata ada juga, saya juga baru tahu Pak KSP, personel dari grup-grup di sana itu juga ada orang Indonesia yang menjadi personelnya. Forgive my ignorance,"
ucapnya sambil tersenyum, mengakui kekagetan itu. Sebuah pengakuan jujur yang justru menyiratkan betapa dinamisnya pertukaran budaya antara kedua negara saat ini. Dari konser hingga bakat lokal yang menembus pasar global, semuanya jadi bahan pembicaraan yang menarik.
Artikel Terkait
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K
Trump: Israel dan Iran Sepakat Tidak Saling Serang Selama Seminggu
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen dan Beri Insentif Demi Tarik Investasi Asing
Pelajar Tewas Jatuh dari Tebing Apparalang Bulukumba Saat Berfoto