Iran Kritik Pernyataan AS yang Membingungkan Hambat Perundingan Nuklir

- Minggu, 19 April 2026 | 11:15 WIB
Iran Kritik Pernyataan AS yang Membingungkan Hambat Perundingan Nuklir

Pernyataan resmi dari pemerintah Amerika, terutama yang muncul di akun media sosial Presiden Donald Trump, dinilai Iran seringkali tidak konsisten. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri mereka, Saeed Khatibzadeh. Menurutnya, situasi ini justru menciptakan kebingungan di meja perundingan.

"Pihak Amerika banyak berkicau di Twitter, banyak berbicara. Terkadang membingungkan, terkadang, Anda tahu, kontradiktif," ujar Khatibzadeh kepada para wartawan.

Dia menyampaikan hal itu di sela-sela sebuah forum diplomatik di Turki, Minggu lalu.

"Terserah rakyat Amerika untuk memutuskan apakah pernyataan-pernyataan ini konsisten dan sesuai dengan hukum internasional," tambahnya, melemparkan bola penilaian ke publik AS.

Di sisi lain, jalan negosiasi tampaknya masih terhambat. Khatibzadeh mengaku belum ada tanggal pasti untuk putaran pembicaraan lanjutan antara Iran dan AS. Putaran awal sebelumnya memang berakhir tanpa titik terang.

"Sampai kita menyepakati kerangka kerja, kita tidak dapat menetapkan tanggal," tegasnya.

Nada yang sama terasa dalam pernyataan selanjutnya. Iran, katanya, tak ingin terjebak dalam pertemuan yang sudah bisa ditebak akan gagal. Kegagalan seperti itu hanya akan jadi alasan untuk memicu eskalasi berikutnya. Itu risiko yang ingin dihindari.

Fokus saat ini, bagi kedua belah pihak, adalah menyelesaikan kerangka pemahaman dulu. Itu pondasinya. Tanpa itu, percuma saja melangkah lebih jauh.

"Kami berharap bahwa segera setelah kami dapat menyelesaikannya, maka kami dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya," harap Khatibzadeh.

Di tengah semua kompleksitas ini, dia menutup dengan satu penegasan. "Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Iran sangat berkomitmen pada diplomasi," pungkasnya. Sebuah komitmen yang diutarakan, sementara jalan menuju perdamaian masih penuh dengan teka-teki.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar