Sudah belasan tahun lamanya, jembatan peninggalan kolonial Belanda di Desa Kranggan, Klaten, itu terbengkalai. Warga yang ingin ke desa sebelah harus memutar jauh. Tapi sekarang, suasana berubah. Jembatan tua itu akhirnya mendapat napas baru lewat program Jembatan Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Desa Kranggan, Arjito, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia bercerita, jembatan itu dulu adalah urat nadi penghubung antara Kranggan dan Desa Leles di Kecamatan Manisrenggo, bahkan hingga ke Yogyakarta.
“Harapannya digunakan warga masyarakat, kaitannya dengan jalur penghubung antara Desa Kranggan dan Leses. Dan juga nanti ke Yogyakarta. Ini kan jalan yang sangat vital sekali untuk Desa Kranggan dan Desa Leses,” ujar Arjito, Sabtu (11/4) lalu.
Menurutnya, perbaikan untuk jembatan yang rusak itu sudah diajukan sejak 13 tahun silam. Impian itu kini terwujud. “Kami selama 13 tahun menunggu,” katanya. Selama ini, untuk mencapai Desa Leles, warga harus memutar sejauh dua kilometer lebih. Cukup melelahkan.
Di sisi lain, proses revitalisasi ini berawal dari laporan seorang Babinsa. Adalah Sersan Kepala Ali, anggota Babinsa setempat, yang pertama kali mendata jembatan itu. Ia dan tim menemukan struktur tua peninggalan Belanda yang sudah tak terpakai belasan tahun. Laporannya kemudian diajukan ke Kodim Klaten.
“Di wilayah saya ada jembatan peninggalan Belanda, terus pada waktu pemakaiannya kurang lebih sudah 13 tahun tidak dipakai. Alhamdulillah kami data, kami laporkan ke Stapter Kodim, Alhamdulillah di-acc untuk pembuatan Jembatan Gantung Garuda Perintis,” jelas Ali.
Ali menekankan, fungsi jembatan ini jauh lebih dari sekadar penyambung dua desa. Ia menyambungkan antarkota, bahkan antarprovinsi. Ia pun menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Presiden.
“Sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan Jembatan Gantung Garuda Perintis di wilayah binaan saya. Semoga dengan dibangunnya Jembatan Gantung Garuda Perintis, bermanfaat bagi warga binaan saya,” harap Ali.
Kini, jembatan gantung yang baru itu tak hanya memulihkan akses vital, tetapi juga mengakhiri penantian panjang warga Kranggan. Sebuah penghubung yang sempat terputus, akhirnya tersambung kembali.
Artikel Terkait
PNM Raih Penghargaan Internasional untuk Penerbitan Sukuk Rp3,77 Triliun
Presiden Prabowo Beri Pengarahan kepada Seluruh Ketua DPRD di Retret Akmil Magelang
Gubernur DKI Dorong BUMD Tak Hanya Jadi Pemain Lokal, Tapi Ekspansi ke Pasar Global
LPSK Siap Berikan Perlindungan untuk 20 Korban Pelecehan Seksual di FH UI