Ia melanjutkan, nasabah kini cenderung memilih produk tabungan yang memberikan imbal hasil kompetitif, tapi tetap patuh pada prinsip syariah. Di sisi lain, tren ini juga membuktikan bahwa transformasi digital bank mereka berjalan sukses. Proses buka rekening dan bertransaksi kini jauh lebih praktis, bisa dilakukan sepenuhnya online.
Data transaksi selama Ramadan pun ikut menguat. Lewat aplikasi M-Syariah, tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan nilai total melampaui Rp243 miliar. Angka itu tumbuh lebih dari 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Fitur yang paling sering dipakai? Transfer, QRIS, dan top up e-wallet. Nah, soal QRIS, pertumbuhannya benar-benar signifikan. Jumlah transaksinya melonjak lebih dari 65% dibanding Ramadan 2025. Volumenya juga naik lebih dari 58%, pertanda bahwa pembayaran non-tunai lewat QR kian digemari dan diterima luas oleh pedagang.
Bagi Benadicto, Program AMAL 2026 jelas telah jadi momentum penting. Program itu berhasil memperkuat penetrasi pasar ritel dengan pendekatan yang unik: memadukan komunitas dan spiritualitas di bulan Ramadan.
"Ke depan, kami akan terus menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya.
Inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis akan tetap menjadi fokus untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta
Tiga Pelaku Balap Liar di Malaka Diamankan Patroli Gabungan Polisi