Sebelumnya, dua kapal tanker lain juga sudah melintasi selat sempit itu. Keduanya sendiri sebenarnya tak lepas dari sorotan, karena telah dikenai sanksi oleh AS.
Kapal bernama Murlikishan salah satunya. Data dari Kpler menunjukkan kapal ini sedang menuju Irak untuk memuat bahan bakar minyak sekitar tanggal 16 April. Kapal yang dulu bernama MKA ini punya riwayat mengangkut minyak dari Rusia dan Iran.
Jadi, meski blokade resmi berlaku, lalu lintas di selat vital itu belum sepenuhnya mandek. Aktivitas tetap ada, asal tujuannya bukan ke Iran.
Artikel Terkait
Borneo FC Siap Hadapi Tujuh Laga Final untuk Kejar Persib di Puncak Klasemen
Gubernur DKI Pasang CCTV di Seluruh JPO untuk Tangkal Pencurian Besi
Gubernur DKI Pramono Anung Dukung Tindakan Tegas Atas Aksi Premanisme di Jakarta
Tiga Pelaku Balap Liar di Malaka Diamankan Patroli Gabungan Polisi