Makam Aipda Taufik di Bantaeng Dibongkar untuk Autopsi Atas Permintaan Keluarga

- Selasa, 14 April 2026 | 16:50 WIB
Makam Aipda Taufik di Bantaeng Dibongkar untuk Autopsi Atas Permintaan Keluarga

BANTAENG - Makam Aipda Taufik akhirnya dibongkar. Anggota Polres Bantaeng ini sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi menggantung di sebuah gudang, persis di dekat rumahnya, pada akhir Maret lalu. Nah, ekshumasi atau pembongkaran makam ini dilakukan Selasa (14/4/2026) siang, dengan satu tujuan utama: memastikan penyebab kematiannya yang sebenarnya.

Lokasinya di Jalan Bakri, Kelurahan Bonto Rita. Suasana di area pemakaman itu tegang. Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) dari Biddokkes Polda Sulsel yang memimpin proses teknisnya. Sementara itu, aparat berseragam berjaga ketat, memasang garis polisi untuk mengamankan seluruh area. Mereka ingin semua berjalan lancar, tanpa gangguan.

Menurut Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, langkah ini bukan inisiatif polisi semata. Ini adalah tindak lanjut atas permintaan keluarga korban.

“Ekshumasi dan autopsi ini dilakukan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian almarhum, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh pihak keluarga,” jelasnya.

Posisi polisi dalam hal ini, tegasnya, lebih sebagai pengawal. Tugas mereka memastikan prosedur berjalan aman dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, spekulasi di masyarakat sudah mulai berembus. Menanggapi ini, Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Gunawang Amin langsung angkat bicara. Dia dengan lugas mengimbau agar publik tidak membuat tafsiran-tafsiran liar.

“Kami harap masyarakat menunggu hasil dari tim forensik. Mereka ahli di bidangnya, dan proses ini akan dilanjutkan sesuai prosedur,” kata Gunawang.

Proses di lapangan sendiri berlangsung sekitar dua jam lebih. Cukup singkat, tapi intens. Tim forensik sibuk mengambil beragam sampel yang diperlukan untuk dibawa ke lab. Menurut dr. Deni, dokter forensik dari Biddokkes Polda Sulsel yang hadir, jangan berharap hasilnya cepat keluar.

“Hasilnya akan kami serahkan kepada penyidik Polres Bantaeng setelah seluruh sampel diperiksa di laboratorium di Makassar. Estimasi sekitar satu bulan,” ucap Deni.

Ia menyebut proses hari ini berjalan cukup mulus. Pengamanan yang ketat dari jajaran Polres Bantaeng dan sikap tenang masyarakat sekitar sangat membantu. Sekarang, semua pihak tinggal menunggu. Jawaban ilmiah dari laboratorium forensik yang akan menentukan langkah selanjutnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar