Bagi Airlangga, keputusan ini bukan kebetulan. Ini adalah cerminan langsung dari reformasi struktural pasar modal yang terus digenjot.
FTSE Russell sendiri mengakui kemajuan implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi. Beberapa poinnya mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, hingga penerapan mekanisme peringatan dini bagi kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi.
Ke depan, pekerjaan rumah masih menanti. Pemerintah memastikan akan terus mengakselerasi reformasi. Targetnya jelas: mempersiapkan diri untuk review kuartalan FTSE Russell di Juni 2026 dan review MSCI di Mei 2026.
Dua pengakuan internasional itu, di tengah cuaca global yang kurang bersahabat, setidaknya memberi secercah optimisme. Bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih diperhitungkan, dan upaya reformasinya mulai diakui di panggung dunia.
Artikel Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan Saiful Mujani Tak Penuhi Unsur Makar
Mantan Kepala BAIS TNI: Pernyataan Menjatuhkan Prabowo Bangkitkan Sensor Intelijen
Menteri Haji Tegaskan Negosiasi Tarif Penerbangan 2026, Batasi Kenaikan Rp1,7 Triliun
Bank Mega Syariah Raup Dana Rp709 Miliar dan 5.600 Rekening Baru di Ramadan 2026