Di sisi lain, ada kapal tanker lain yang bernama Elpis. Kapal ini berhasil melintas menuju Teluk Oman lewat selat itu, tepat sebelum blokade dimulai. Data dari pelacak kapal seperti Kpler dan Vortexa menunjukkan sesuatu yang menarik: Elpis ternyata berlabuh di pelabuhan Iran sebelum mencoba melewati Hormuz.
Soal kepemilikan, Rich Starry dimiliki oleh Full Star Shipping Ltd. Detail kontaknya sama persis dengan Shanghai Xuanrun Shpg Co Ltd, berdasarkan data maritim Equasis. Perusahaan Shanghai ini sendiri juga kena sanksi dari Departemen Luar Negeri AS.
Upaya untuk mendapatkan konfirmasi langsung gagal. Panggilan telepon ke Shanghai Xuanrun tidak berhasil. Mereka juga belum menanggapi permintaan komentar via email.
Sementara itu, pemilik Elpis adalah Chartchemical SA. Manajernya adalah IMS Ltd yang berbasis di Malaysia. Sama saja. Panggilan ke IMS tidak terhubung, dan email permintaan komentar juga belum dibalas.
Semuanya masih menunggu. Apa yang akan terjadi selanjutnya pada kapal-kapal itu, dan bagaimana blokade ini benar-benar dijalankan, masih jadi pertanyaan besar bagi dunia pelayaran internasional.
Artikel Terkait
Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Pasokan Minyak Mentah dan LPG
Kemensos dan Inkanas Sepakat Masukkan Karate ke Ekstrakurikuler Sekolah Rakyat
Kejagung Pacu Lelang Kapal Tanker Iran MT Arman 114 di Batam
Kiswah Kabah Diangkat, Proses Perawatan Tahunan di Masjidil Haram Dimulai