Bagaimana tidak? Prabowo tiba di Paris di tengah malam, setelah perjalanan sekitar 3,5 jam dari Moskow. Sebelumnya, di Senin malam (13/4/2026), dia baru saja menyelesaikan pertemuan intensif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin. Pertemuan itu sendiri berlangsung lama, hingga lima jam, dan baru berakhir pukul 23.50 waktu setempat.
Durasi yang panjang itu, kata Teddy, bukan tanpa alasan. Itu mencerminkan kedalaman pembahasan dan keseriusan kedua pihak. Fokusnya pada penguatan kemitraan strategis, terutama di sektor-sektor krusial seperti energi, sumber daya mineral, dan tentu saja pengembangan industri dalam negeri.
“Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” jelas Teddy lebih awal.
Jadi, dari Kremlin ke Élysée dalam hitungan jam. Langkah Prabowo di Eropa ini jelas menarik untuk diikuti, menandai babak baru diplomasi Indonesia di panggung dunia yang sedang bergejolak.
Artikel Terkait
Kapal Tanker yang Disanksi AS Uji Blokade Baru di Selat Hormuz
Menteri Keuangan Yakinkan Investor Global di New York Soal Konsistensi Kebijakan Fiskal Indonesia
KPK Sita 1 Juta Dolar AS Terkait Dugaan Upaya Pengondisian Pansus Haji DPR
Evaluasi Awal WFH ASN Positif, Kinerja dan Pelayanan Publik Tetap Terjaga