Walhi: Kenaikan Harga Plastik Tak Otomatis Kurangi Sampah, Perlu Perubahan Sistem

- Senin, 13 April 2026 | 11:20 WIB
Walhi: Kenaikan Harga Plastik Tak Otomatis Kurangi Sampah, Perlu Perubahan Sistem

Krisis bahan baku fosil global, yang jadi bahan dasar plastik, langsung berimbas ke harga. Nah, momen kerentanan inilah yang menurut Walhi harus jadi titik balik. Alih-alih sekadar menghitung untung rugi ekonomi, momentum ini dinilai sebagai sinyal keras untuk mengubah sistem secara fundamental.

“Karena itu, Walhi menilai ini bukan soal masalah ekonomi semata. Ini sinyal kuat bahwa sistem harus diubah. Momentum ini seharusnya digunakan untuk mendorong transisi menuju sistem zero waste, bukan malah memperluas industri petrokimia,” papar Wahyu.

Lalu, bagaimana dengan target penurunan sampah plastik jangka pendek? Wahyu bersikap realistis. Fokus pada angka penurunan temporer, menurutnya, bukan solusi terbaik. Yang dibutuhkan adalah perubahan struktural yang lebih dalam.

“Fokusnya bukan pada proyeksi penurunan jangka pendek, melainkan pada perubahan struktural,” ujarnya.

“Penurunan signifikan hanya bisa terjadi jika ada kebijakan yang membatasi produksi plastik dari hulu. Dan yang tak kalah penting, mendorong sistem guna ulang secara luas,” pungkas Wahyu.

Jadi, mahalnya plastik mungkin bikin kita mengelus dada. Tapi di balik itu, ada pelajaran berharga tentang betapa rapuhnya ketergantungan kita pada bahan yang satu ini. Dan itu, mungkin, justru titik awalnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar