Pemerintah lagi-lagi menyoroti potensi besar transaksi pakai mata uang lokal. Ini bukan wacana baru, tapi momentumnya kini makin kuat, apalagi melihat mayoritas mitra dagang kita bukan negara ber mata uang dolar. Kalau dioptimalkan, skema ini bisa bawa nilai tambah signifikan buat perdagangan internasional Indonesia.
Di sisi lain, angka-angka yang dirilis teranyar memang cukup menggembirakan. Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, mencatat adanya peningkatan yang konsisten. Pada Januari hingga Februari 2026 saja, nilai transaksi local currency transaction (LCT) sudah menyentuh angka sekitar USD8,45 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya USD3,21 miliar. Lonjakannya terlihat jelas.
“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,”
ujar Ferry dalam keterangan resmi akhir pekan lalu.
Artikel Terkait
Polri Gagalkan 1.243 Calon Jemaah Haji Ilegal Sepanjang 2025
Harley-Davidson Luncurkan Platform Ride untuk Transformasi Merek dan Perkuat Komunitas
Hujan Deras dan Angin Kencang di Bekasi Tumbangkan Pohon, Rusak Rumah, dan Lumpuhkan Jalan
CEO Danantara Tinjau Teknologi Mobil Otonom di Fasilitas EVE Energy China