Oleh: Alfin
TVRINews, Jakarta
Jenderal TNI Agus Subiyanto hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto di Kejaksaan Agung, Jumat lalu. Acara itu bertajuk penyerahan denda administratif dan penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI. Intinya, ada dua hal besar yang dibahas: soal uang dan soal tanah.
Pertama, soal uang. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melaporkan, mereka berhasil menyelamatkan keuangan negara hingga Rp11,42 triliun. Angka yang fantastis itu merupakan akumulasi dari beberapa sumber. Ada denda kehutanan Rp7,23 triliun, lalu penerimaan negara bukan pajak dari kasus korupsi yang mencapai Rp1,96 triliun. Belum lagi setoran pajak periode Januari-April 2026 sebesar Rp967,7 miliar, kontribusi pajak dari PT Agrinas Palma Nusantara Rp108,5 miliar, dan denda lingkungan hidup Rp1,14 triliun.
Kedua, soal lahan. Pencapaiannya juga tak main-main. Sejak Februari tahun lalu, Satgas PKH berhasil menguasai kembali lahan sawit seluas hampir 5,9 juta hektare. Luas sekali. Ada juga lahan pertambangan seluas lebih dari 10 ribu hektare yang kembali ke pangkuan negara.
Nah, pada tahap VI ini, pemerintah secara resmi menyerahkan kembali sebidang kawasan hutan konservasi. Luasnya 254.780,12 hektare, berbentuk taman nasional yang tersebar di Kalimantan Barat, Aceh, dan Jawa Barat. Kawasan itu kini dikembalikan pengelolaannya kepada Kementerian Kehutanan.
Di sisi lain, ada juga lahan perkebunan kelapa sawit seluas 30.543,4 hektare yang diserahkan ke Kementerian Keuangan. Lahan ini nantinya akan dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara.
Melihat capaian tersebut, Presiden Prabowo tak menyembunyikan rasa apresiasinya. Menurutnya, tren penyelamatan keuangan negara ini terus menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.
“Pada bulan Oktober 2025, kita berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 13,255 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil dan turunannya. Selang 2 bulan kemudian pada Desember 2025, kita kembali berhasil selamatkan uang Rp 6,625 triliun. Dan hari ini 10 April kita berhasil menyelamatkan Rp 11,42 triliun,”
ujar Presiden, seperti dikutip dari Puspen TNI, Sabtu (11/4/2026).
Kehadiran Panglima TNI dalam acara ini jelas bukan sekadar formalitas. Ini adalah sinyal kuat dukungan penuh TNI terhadap upaya pemerintah. Intinya, sinergi antarlembaga seperti ini terus digenjot. Tujuannya jelas: menjaga kedaulatan sumber daya alam, menegakkan hukum, dan memastikan kekayaan negara itu akhirnya benar-benar bisa dirasakan rakyat.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kebakaran Asrama Sekolah Putri di Kenya Tewaskan 16 Siswi, Puluhan Lainnya Luka-Luka
Ketua KPK Peringatkan Jajarannya agar Tak Lakukan Kesalahan Fatal dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru
Polres OKU Timur Salurkan 1.948 Paket Sembako untuk Lansia dan Warga Kurang Mampu
Empat Anggota Satu Keluarga Tewas saat Berkemah di Temanggung, Diduga Keracunan