Cliff Obrecht, COO dan salah satu pendiri Canva, tampak antusias dengan akuisisi ini.
Menurut Obrecht, langkah ini mempercepat transformasi yang sedang Canva jalani.
Dampaknya juga akan terasa pada Canva Grow, solusi mereka untuk bisnis yang ingin membuat konten sekaligus mengukur hasil kampanyenya. Dengan tambahan teknologi baru, fitur ini dipastikan akan makin powerful.
Ini bukan akuisisi pertama Canva, tentu saja. Sebelumnya mereka sudah mengakuisisi Doohly, Cavalry, MangoAI, dan MagicBrief. Sebuah perjalanan akuisisi yang cukup agresif, mencerminkan betapa seriusnya mereka berinovasi.
Dan semua ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid. Di penghujung 2025, Canva mencatat pendapatan tahunan mencapai 4 miliar dolar AS. Penggunanya meledak: lebih dari 265 juta orang, dengan 31 juta di antaranya adalah pelanggan berbayar. Pertumbuhan pengguna aktif bulanannya juga tetap sehat, naik sekitar 20 persen.
Melihat langkah ini, Canva jelas tak hanya puas menjadi alat desain biasa. Mereka sedang membangun sebuah ekosistem yang jauh lebih besar.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Kasus Pemerasan
Polisi Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp160 Miliar
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Ikuti Kebijakan Pemerintah