Nah, ke depannya, kemungkinan besar kebijakan ini akan terus berlanjut. Pemerintah Saudi berpeluang tak lagi membuka visa Furoda untuk tahun-tahun berikutnya. Dan jika itu terjadi, posisi Indonesia jelas: mendukung penuh.
"Kementerian Haji itu mendukung penuh tidak adanya Haji Furoda. Kenapa? Karena ada potensi moral hazard, ada potensi penipuan dan segala macam yang yang terjadi," pungkas Wamenhaj.
Jadi, intinya, langkah ini diambil untuk melindungi jemaah. Tanpa regulasi yang ketat, skema Furoda dinilai rentan jadi ladang penipuan dan eksploitasi harga. Pemerintah memilih jalan yang lebih aman, meski berarti menutup satu opsi yang selama ini banyak diminati.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung dalam Operasi Tangkap Tangan
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru