Insiden pembunuhan sadis tersebut terjadi pada Jumat pukul 07.30 WIB pagi. Tarsum yang diketahui seorang bandar hewan ternak diduga telah mengalami depresi sebelumnya.
Polisi juga membenarkan bahwa pelaku sempat membopong dan meletakkan potongan jasad korban di depan rumah warga dan pos ronda. "Sesaat setelah setelah memutilasi korban, si pelaku menggotong beberapa bagian tubuh korban dipindahkan ke depan rumah warga," imbuh AKBP Akmal.
Sebelum kejadian nahas tersebut, Tarsum sebenarnya sudah dibawa ke puskesmas oleh keluarganya karena diduga mengidap gangguan psikis.
Sang juragan sapi dan kambing tersebut diduga depresi akibat bangkrut sehingga kondisi mentalnya terganggu. "Perilaku-perilaku pelaku sebenarnya sudah mencurigakan, sehingga ada petugas dari Puskesmas Rancah melakukan supervisi ke rumah pelaku," ujar AKBP Akmal.
"Sempat diberikan semacam obat penenang, kemudian beberapa terakhir ini dari pihak keluarga korban sudah tidak ada komunikasi dengan puskesmas sampai terjadi kejadian," tambahnya.
Beberapa waktu sebelum kejadian, Tarsum sempat diperiksa dan diwawancara oleh pihak puskesmas terkait kondisinya. Namun, saat itu Tarsum mengaku kondisinya baik-baik saja dan tidak ada masalah.
Kendati demikian, keluarga termasuk korban memang sudah merasa ada perubahan dari sikap mental Tarsum.
Saat ini, polisi dan tim inafis telah mengevakuasi korban dan terus mendalami pemeriksaan terhadap tersangka
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Rp60 Triliun untuk Pulihkan Rumah dan Infrastruktur yang Porak-poranda di Tiga Provinsi Sumatera
Meikarta Siap Jadi Percontohan Rusun Bersubsidi pada 2026
Kadin Pacu Ekonomi 5,5 Persen di 2026, Meski Tantangan Pengangguran Masih Menganga
Darurat Sampah Nasional Ditetapkan, Hanya 24 Persen yang Terkelola