Cerita Evan Dimas memang selalu menarik untuk disimak. Mantan bintang Timnas Indonesia ini punya satu keputusan yang mungkin bikin banyak orang mengernyit: dia menolak tawaran untuk jadi Pegawai Negeri Sipil. Padahal, tawaran itu datang dari institusi bergengsi, lho.
Jadi begini ceritanya. Di sekitar tahun 2016, Evan dapat tawaran untuk masuk ke Kepolisian Republik Indonesia. Tapi, pemain yang lahir di Surabaya itu memilih untuk tidak menerimanya. Alasannya sederhana tapi tegas: dia ingin fokus total pada karier sepak bolanya. Saat itu, dunia hijau rumput adalah segalanya baginya.
Dan pilihannya itu ternyata tidak sia-sia. Evan Dimas kemudian menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Indonesia. Namanya menghiasi klub-klub besar tanah air. Dari Persebaya Surabaya, dia kemudian membela Barito Putera, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Arema FC, hingga PSIS Semarang. Tak cuma di dalam negeri, dia juga sempat merasakan atmosfer liga luar, tepatnya bersama Selangor FC di Malaysia pada 2018.
Di sisi lain, bakatnya yang cemerlang otomatis membawanya ke level tertinggi: Timnas Indonesia. Evan adalah pemain yang dipercaya baik di level usia muda maupun senior. Debutnya untuk Garuda terjadi pada akhir November 2014.
Total, dia mengoleksi 43 kali penampilan dan mencetak 11 gol untuk tim senior. Prestasinya pun tak main-main. Dia ikut membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 2013, meraih medali perak di SEA Games 2019, dan perunggu di SEA Games 2017. Sebuah catatan yang cukup gemilang.
Namun begitu, jalan karier seorang atlet jarang yang benar-benar mulus. Kini, Evan Dimas sedang berada di fase yang berbeda. Sejak Januari 2025, dia berstatus tanpa klub setelah kontraknya dengan Persik Kediri berakhir.
Jadi, itulah sekelumit kisah Evan Dimas. Dari menolak seragam PNS demi mengejar mimpi di lapangan hijau, hingga kini sedang menanti babak baru. Keputusannya dulu mungkin terlihat berisiko, tapi itulah yang membentuk perjalanannya sebagai pesepakbola.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Balon Udara Blitar Tewaskan Pemuda, Lukai Dua Anak
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit
Ekonom: Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Monopoli Birokrasi Baru