Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Perkuat Rantai Pasok Migas

- Minggu, 05 April 2026 | 08:50 WIB
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Perkuat Rantai Pasok Migas

Di awal April ini, Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk bekerja sama di bidang jasa instalasi perairan. Tujuannya jelas: memperkuat rantai pasok minyak dan gas bumi kedua negara. Ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa, tapi langkah strategis yang bisa membuka banyak peluang.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto langsung menekankan hal itu. Menurutnya, kesepakatan ini membuka pintu lebar bagi pelaku usaha energi dalam negeri, baik dari Pertamina Group maupun perusahaan swasta, untuk terlibat aktif.

“Pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai pasca-operasional minyak dan gas bumi nantinya direncanakan untuk dapat menjadi lokasi LNG Receiving Terminal serta lokasi Carbon Capture and Storage, dan hal ini terbuka bagi para pelaku industri energi nasional,”

Ucap Airlangga dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

MoU ini punya masa berlaku lima tahun dan bisa diperpanjang kalau kedua belah pihak setuju. Memang, dokumen ini tidak mengikat secara hukum internasional. Namun begitu, ia menjadi fondasi penting. Fondasi untuk mempererat kemitraan strategis Indonesia-Korea di sektor energi, khususnya migas.

Ruang kerjanya cukup luas. Cakupannya meliputi pengembangan teknologi untuk industri jasa instalasi perairan, proses decommissioning atau pembongkaran anjungan lepas pantai yang sudah tak beroperasi, sampai upaya pemanfaatan kembali aset-aset tersebut.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong pembangunan ekonomi secara berkesinambungan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam industri energi global,”

tambah Airlangga lagi.

Penandatanganannya sendiri dilakukan di Seoul, Rabu (1/4/2026). Menko Airlangga dan Menteri Samudra dan Perikanan Korea Selatan, Hwang Jongwoo, yang membubuhkan tanda tangan. Acara itu adalah bagian dari rangkaian kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto. Sebuah momen yang menandai babak baru kerja sama kedua negara di laut lepas.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar