Ledakan mengguncang Kharaj, Iran. Jembatan besar yang hampir selesai itu hancur berantakan oleh serangan AS, menewaskan delapan orang. Insiden ini, menurut Teheran, hanyalah puncak gunung es dari serangkaian agresi. Dan sekarang, balasannya dijanjikan akan lebih keras.
Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer Khatam Al Anbiya, tak main-main dengan peringatannya. Ia menyatakan serangan Iran ke depan akan jauh lebih dahsyat. Pernyataan panas ini meluncur sebagai jawaban langsung atas ancaman Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan "membawa Iran kembali ke zaman batu" dengan menghancurkan infrastruktur vital mereka mulai dari pembangkit listrik hingga pabrik desalinasi.
Alasan Washington menyerang jembatan itu, katanya untuk memutus distribusi rudal, dianggap Iran sebagai dalih. Faktanya, belum ada bukti konkret yang menunjukkan struktur sipil itu dipakai untuk keperluan militer.
Artikel Terkait
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Tuntut Perdamaian Permanen
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Menurun
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa