Di sisi lain, Zolfaghari juga menyelipkan seruan. Ia mendesak negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mendorong AS menarik pasukannya dari kawasan. "Agar mereka terhindar dari dampak kerusakan," ujarnya. Pesannya jelas: kehadiran AS adalah sumber ketegangan.
Semua ini bukan aksi pertama. Sejak operasi militer gabungan AS-Israel akhir Februari lalu, Iran sudah melancarkan pembalasan. Sasaran mereka bukan cuma fasilitas militer. Misi diplomatik, kantor perusahaan AS, dan berbagai kepentingan Washington di wilayah itu sudah kebagian giliran. Intensitasnya, kata mereka, akan naik beberapa tingkat.
Jadi, ancaman sudah dilontarkan dari kedua sisi. Timur Tengah sekali lagi menegang, menunggu siapa yang akan berani memicu percikan berikutnya.
Artikel Terkait
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata 48 Jam dari AS, Tuntut Perdamaian Permanen
BMKG Catat 544 Gempa Susulan Pascagempa M7,6 di Bitung, Tren Mulai Menurun
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pembentukan Ditjen Pesantren
Empat Pekerja Tewas Diduga Keracunan Gas Saat Bersihkan Tangki Air di Jagakarsa