Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih

- Kamis, 02 April 2026 | 01:30 WIB
Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih

Peningkatan volume penumpang ini sebenarnya sudah terlihat sejak pertengahan Maret lalu. Menurut keterangan KAI, sejak saat itu volume terus naik dan bertahan tinggi hingga fase arus balik seperti sekarang. Kereta api rupanya masih jadi primadona, terutama karena jadwalnya yang pasti dan kenyamanannya.

Secara total, dalam rentang 11 hingga 31 Maret 2026, KAI telah mengangkut 4.903.663 pelanggan. Rinciannya, 3.947.226 adalah penumpang KA Jarak Jauh dan 956.437 penumpang KA Lokal. Puncak pergerakan memang terjadi pada fase arus balik, tapi pola kenaikannya bertahap.

Kalau dilihat dari data harian KA Jarak Jauh, trennya jelas. Okupansi mulai melonjak di atas 100% sejak 13 Maret (101,4%), dan mencapai puncaknya pada 24 Maret dengan okupansi 153,4%. Hari-hari dengan beban tertinggi, di atas 140%, terjadi beruntun dari tanggal 22 hingga 29 Maret.

Berikut rincian lengkapnya per hari dari 11 hingga 31 Maret:
11 Maret: 101.617 (63,7%)
12 Maret: 126.208 (79,2%)
13 Maret: 165.675 (101,4%)
14 Maret: 185.871 (113,7%)
15 Maret: 180.856 (110,7%)
16 Maret: 173.753 (106,3%)
17 Maret: 191.413 (117,1%)
18 Maret: 205.842 (125,9%)
19 Maret: 196.324 (120,1%)
20 Maret: 167.685 (104,6%)
21 Maret: 193.635 (120,2%)
22 Maret: 242.810 (150,7%)
23 Maret: 247.025 (154,1%)
24 Maret: 250.650 (153,4%)
25 Maret: 230.822 (141,2%)
26 Maret: 221.307 (135,4%)
27 Maret: 218.395 (133,6%)
28 Maret: 222.101 (135,9%)
29 Maret: 229.261 (140,3%)
30 Maret: 182.763 (111,8%)
31 Maret: 159.105 (98,8%)

Pola ini, menurut Anne, punya sisi positif. "Sebaran volume pelanggan yang tinggi sepanjang periode ini menunjukkan pergerakan masyarakat berlangsung lebih merata, dari awal hingga akhir masa angkutan. Pola seperti ini justru membantu operasional kereta api tetap stabil, meski mobilitasnya sangat tinggi," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar