Namun begitu, pemerintah tampak optimistis. Dengan skema pembayaran kompensasi yang lebih rutin, arus kas Pertamina dianggap mampu menahan beban ini dalam jangka pendek.
“Jadi keuangan Pertamina juga amat baik. Jadi untuk jangka pendek, enggak masalah,” kata Purbaya meyakinkan.
Lalu bagaimana dengan SPBU swasta? Mereka jelas ikut merasakan tekanan yang sama. Soal ini, Purbaya menyerahkan pembahasannya kepada kementerian teknis.
“Nanti mereka biar rapatkan dengan (Kementerian) ESDM, saya enggak ngerti itu ESDM dan yang lain mungkin,” katanya.
Pada akhirnya, keputusan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat. Di tengah ketidakpastian global, pemerintah berusaha meredam gejolak harga. Meski konsekuensinya, Pertamina harus jadi penyangga sementara, menahan gejolak agar tidak langsung terasa di masyarakat.
Artikel Terkait
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya
JK Kritik WFH ASN: Khawatirkan Penurunan Produktivitas dan Layanan Publik
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%