Rabu lalu di Gedung Bina Graha, suasana terasa cukup santai. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, tampak rileks menjawab pertanyaan para wartawan. Salah satu topik yang mengemuka adalah dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap sektor penerbangan kita. Dengan tenang, Suntana langsung menepis kekhawatiran.
“Nggak ada pengaruh, everything is okay lah gitu ya,” ujarnya.
Jawaban singkat itu ternyata justru membuka pembicaraan ke arah yang lebih menarik. Alih-alih terpengaruh konflik, industri penerbangan domestik justru menunjukkan geliat yang positif, terutama di momen Lebaran Idulfitri tahun ini. Menurut Suntana, data yang ada malah mencatat adanya kenaikan pesanan sewa jet pribadi.
“Ya karena jumlah penerbangan di data sekarang ini mengalami kenaikan termasuk private jet,” jelasnya. “Pemesanan private jet juga bertambah untuk tahun Lebaran ini."
Fenomena ini seolah menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar. Sebelumnya, Suntana telah memaparkan lonjakan signifikan dalam penggunaan angkutan umum. Tercatat ada 23,54 juta orang yang memilih bus, kapal, pesawat, atau kereta api untuk mudik.
“Jadi ada pergeseran, masyarakat kita memanfaatkan angkutan umum di semua sektor,” tambahnya.
Artikel Terkait
Bank QNB Indonesia Catat Pertumbuhan Kredit 18% dan Perbaikan NPL di 2025
BSI Salurkan Zakat Perusahaan dan Karyawan Rp289 Miliar, Pertahankan Posisi Penyumbang Terbesar
Kemenpar Alihkan Fokus Pasar ke Asia Timur dan ASEAN Imbas Konflik Timur Tengah
Granat Aktif Ditemukan di Tong Sampah Kantor BPN Makassar