Presiden Prabowo Resmikan Serangkaian Infrastruktur Nasional Usai Kunker di Solo
BANTUL - Usai meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo, Presiden Prabowo Subianto langsung melanjutkan agenda kerja dengan bertolak menuju Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur strategis.
Perjalanan Menuju Bantul
Pantauan lapangan mencatat, Presiden Prabowo meninggalkan Lanud Adi Sumarmo, Solo, menggunakan helikopter pada pukul 11.47 WIB. Dalam perjalanan ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.
Peresmian Infrastruktur Strategis
Di Bantul, agenda utama Presiden adalah meresmikan Jembatan Kabanaran. Tidak hanya itu, melalui sistem hybrid, Kepala Negara juga meresmikan beberapa proyek infrastruktur lainnya di berbagai wilayah Indonesia:
- Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat
- Flyover Canguk di Jawa Tengah
- Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara
- Underpass Joglo di Jawa Tengah
RS Kardiologi Emirates-Indonesia: Simbol Kerja Sama Internasional
Sebelum menuju Bantul, Presiden Prabowo telah meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo. Proyek rumah sakit spesialis jantung ini dibiayai melalui dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab senilai Rp 417,3 miliar atau setara dengan USD 25 juta.
"Dengan ini kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia," deklarasi Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menekankan bahwa rumah sakit ini merupakan simbol persahabatan yang kuat antara UEA dan Indonesia. Ia mengakui bahwa inisiatif pembangunan dimulai pada masa pemerintahan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo.
"Pembangunan rumah sakit ini juga adalah salah satu inisiatif mantan presiden Jokowi dimulai atas inisiatif beliau, dimulai pada saat beliau menjabat. Saya sangat beruntung saya yang meresmikan, takdir tidak bisa ditolak," ujar Prabowo.
Dukungan Internasional
Acara peresmian dihadiri pula oleh Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada. Kehadiran putra dari Presiden UEA ini semakin mengukuhkan komitmen bilateral antara kedua negara.
Pengelolaan dan Operasional
Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia yang berlokasi di kawasan Solo Technopark ini seluruh pembangunannya ditanggung oleh Pemerintah UEA, sementara operasional dan pengelolaannya akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan tahap awal pengelolaan dilakukan oleh RS Sardjito.
Artikel Terkait
717 Jemaah Haji Banjarmasin Dilepas, Aksesibilitas Disabilitas dan Lansia Jadi Prioritas
MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta
Israel Hancurkan Jembatan Vital Penghubung Tyre-Sidon di Lebanon Selatan
Tujuh Dapur Gizi di Manokwari Masih Ditangguhkan Gara-gara IPAL Tak Standar