Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan Serangkaian Proyek Strategis Usai Luncurkan RS Hibah UEA di Solo

- Rabu, 19 November 2025 | 12:45 WIB
Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran dan Serangkaian Proyek Strategis Usai Luncurkan RS Hibah UEA di Solo
Presiden Prabowo Resmikan Infrastruktur di Bantul Usai Luncurkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia

Presiden Prabowo Resmikan Serangkaian Infrastruktur Nasional Usai Kunker di Solo

Rabu, 19 November 2025

BANTUL - Usai meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo, Presiden Prabowo Subianto langsung melanjutkan agenda kerja dengan bertolak menuju Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur strategis.

Perjalanan Menuju Bantul

Pantauan lapangan mencatat, Presiden Prabowo meninggalkan Lanud Adi Sumarmo, Solo, menggunakan helikopter pada pukul 11.47 WIB. Dalam perjalanan ini, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.

Peresmian Infrastruktur Strategis

Di Bantul, agenda utama Presiden adalah meresmikan Jembatan Kabanaran. Tidak hanya itu, melalui sistem hybrid, Kepala Negara juga meresmikan beberapa proyek infrastruktur lainnya di berbagai wilayah Indonesia:

  • Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat
  • Flyover Canguk di Jawa Tengah
  • Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara
  • Underpass Joglo di Jawa Tengah

RS Kardiologi Emirates-Indonesia: Simbol Kerja Sama Internasional

Sebelum menuju Bantul, Presiden Prabowo telah meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo. Proyek rumah sakit spesialis jantung ini dibiayai melalui dana hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab senilai Rp 417,3 miliar atau setara dengan USD 25 juta.

"Dengan ini kita resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia," deklarasi Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Presiden menekankan bahwa rumah sakit ini merupakan simbol persahabatan yang kuat antara UEA dan Indonesia. Ia mengakui bahwa inisiatif pembangunan dimulai pada masa pemerintahan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo.

"Pembangunan rumah sakit ini juga adalah salah satu inisiatif mantan presiden Jokowi dimulai atas inisiatif beliau, dimulai pada saat beliau menjabat. Saya sangat beruntung saya yang meresmikan, takdir tidak bisa ditolak," ujar Prabowo.

Dukungan Internasional

Acara peresmian dihadiri pula oleh Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Ketua Kantor Kepresidenan Persatuan Emirat Arab bidang Pembangunan dan Syuhada. Kehadiran putra dari Presiden UEA ini semakin mengukuhkan komitmen bilateral antara kedua negara.

Pengelolaan dan Operasional

Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia yang berlokasi di kawasan Solo Technopark ini seluruh pembangunannya ditanggung oleh Pemerintah UEA, sementara operasional dan pengelolaannya akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan tahap awal pengelolaan dilakukan oleh RS Sardjito.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar