Yang juga mengkhawatirkan, volume pesanan baru melambat untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Memang, penurunannya masih marginal. Tapi ini jelas perubahan yang mencolok dibanding ekspansi besar-besaran di periode sebelumnya.
Meski begitu, bukan berarti semua suram. Kepercayaan bisnis pelaku manufaktur ternyata sedikit meningkat, walau tetap di bawah rata-rata jangka panjang. Mereka masih optimis output akan naik sepanjang tahun ini.
"Perusahaan manufaktur tetap percaya diri," kata Bhatti menambahkan.
"Namun, data Maret ini menyoroti kerentanan sektor manufaktur kita. Terutama terhadap gejolak geopolitik seperti perang, yang langsung menghantam sisi harga dan ketersediaan bahan baku."
Singkatnya, situasinya kompleks. Optimisme masih ada, tapi ancamannya nyata dan datang dari tempat yang jaraknya ribuan kilometer. Sekarang, semua mata tertuju pada bagaimana para pemain industri menyiasati tantangan ini di bulan-bulan mendatang.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Tegaskan WFH Tak Berlaku untuk Pegawai Pelayanan Publik
Ekspor Korea Selatan Tembus Rekor Tertinggi Didorong Lonjakan Permintaan Chip
Israel Bantah Keterlibatan dalam Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon, Tuding Hizbullah
Pemerintah Dorong WFH Satu Hari per Minggu, Sektor Vital Dikecualikan