Kinerja luar biasa ditunjukkan oleh ekspor Korea Selatan di bulan Maret lalu. Angkanya benar-benar meledak, mencapai level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pencapaian fantastis ini, seperti dilaporkan Xinhua pada Rabu (1/4/2026), tak lepas dari permintaan global yang menggila terhadap chip semikonduktor.
Secara rinci, nilai ekspornya melonjak tajam 48,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Capaiannya mencapai USD86,13 miliar, atau jika dirupiahkan kira-kira menyentuh angka Rp1.400 triliun. Sungguh sebuah angka yang fantastis.
Dengan pencapaian Maret ini, rekor sebelumnya yang tercatat di Desember 2025 sebesar USD69,5 miliar berhasil dilewati. Di sisi lain, arus masuk barang juga mengalami kenaikan. Impor naik 13,2 persen menjadi USD60,40 miliar. Alhasil, surplus perdagangan mereka membengkak sampai USD25,74 miliar.
Kalau dilihat lebih detail, pertumbuhan ini cukup merata. Dari 15 komoditas ekspor utama negeri ginseng itu, sepuluh di antaranya catatkan pertumbuhan positif. Tapi, pahlawan utamanya jelas satu: semikonduktor.
Ekspor chipnya sendiri meroket luar biasa, tepatnya 151,4 persen! Nilainya mencapai USD32,83 miliar, sekaligus mencatatkan rekor bulanan baru. Sebuah lompatan yang sangat signifikan.
Lalu, apa penyebab di balik lonjakan fenomenal ini? Menurut analisis, ada dua faktor kunci yang mendorongnya. Pertama, tentu saja ekspansi investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan atau AI yang membutuhkan banyak chip. Kedua, terjadi lonjakan harga untuk chip memori di pasar global. Kombinasi kedua hal inilah yang mendongkrak angka pengiriman sampai ke level rekor.
Artikel Terkait
Pemerintah Wajibkan Eksportir Sawit dan Batu Bara Simpan Devisa 12 Bulan di Bank BUMN Mulai Juni 2026
Kasus Richard Lee P21, Pelapor Ajak Komisi Yudisial Awasi Sidang
Polisi Bubarkan Tawuran di Jakarta Timur, Amankan Busur dan Petasan
BAZNAS dan Dompet Dhuafa Buka Layanan Kurban Online, Transparan hingga ke Pelosok