Menurut Arief Eko, General Manager ASDP Cabang Ketapang, pengaturan arus tidak cuma fokus di pelabuhan. Mereka sudah mengantisipasi sejak kendaraan masih di jalur pendekat.
“Kami mengatur ritme kedatangan kendaraan agar tidak menumpuk di pelabuhan. Dengan buffer zone, distribusi kendaraan menjadi lebih terukur,”
kata dia.
Beberapa lokasi seperti Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri difungsikan sebagai kantong parkir sementara sekaligus titik pengendalian.
Puncak arus balik sendiri terjadi pada Minggu (29/3) atau H 7. Saat itu, tercatat 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Sepeda motor mendominasi dengan 12.458 unit, disusul mobil pribadi sebanyak 4.995 unit.
Di lapangan, koordinasi dengan kepolisian, Dishub, dan pemangku kepentingan lain terus diperkuat. Masyarakat pun diimbau untuk membeli tiket lebih awal via Ferizy, merencanakan perjalanan dengan matang, dan tentu saja, menjaga kondisi fisik selama di perjalanan.
Dengan semua upaya itu, ASDP cukup optimistis arus balik tahun ini bisa dikelola dengan baik. Meski antrean panjang terlihat, yang penting roda terus berputar dan kendaraan tetap bergerak sampai tujuan.
Artikel Terkait
Dua Personel UNIFIL Tewas dalam Ledakan di Lebanon Selatan
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Haji sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Kecelakaan di Lap Keempat
AS Kerahkan Pasukan Khusus ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran