Di sisi lain, Prabowo juga mengakui bahwa pekerjaan rumahnya tidak ringan. Pemerintah bertekad melakukan deregulasi, menyederhanakan aturan-aturan yang dinilai menghambat dan kadang tidak rasional. Langkah ini dianggap krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah persaingan global yang makin ketat.
“Kami berupaya melakukan deregulasi, menyingkirkan peraturan yang terkadang tidak rasional. Memang tidak mudah, tapi tekad kami kuat untuk menyederhanakan semuanya,” ucap Prabowo.
Ia juga bicara soal waktu. Dalam dunia sekarang, kecepatan mengambil keputusan dan mengeksekusi kebijakan adalah segalanya. Waktu tidak bisa ditawar.
“Kita tidak bisa membeli waktu. Tidak bisa tawar-menawar dengannya. Satu-satunya cara adalah memanfaatkannya dengan efisien,” imbuhnya.
Di penghujung pertemuan, ajakan untuk bekerja sama lebih erat disampaikan. Prabowo melihat potensi besar dari kolaborasi teknologi dan pengalaman Jepang dengan sumber daya serta pasar potensial Indonesia.
“Saya yakin kita harus terus bekerja sama. Peningkatan perjanjian kemitraan ekonomi kita akan buka peluang baru. Sekaranglah momennya untuk memperdalam kerja sama. Kami siap melangkah maju,” pungkas Presiden.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai Tiga Orang dan Rusakkan Puluhan Rumah
Menpar Akui Dampak Konflik Timur Tengah, Kerugian Pariwisata Capai Rp2,04 Triliun
Menpar Genjot Strategi Pivot Pasar Wisata Hadapi Tekanan Global
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel